News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Normalisasi Sungai Panyiburan Sampang Baru Dimulai

Ina Herdiyana • Minggu, 23 November 2025 | 23:47 WIB

 

MELUAP: Petugas Polri membatu pengendara motor melintas karena terjebak banjir di Jalan Raya Jrengik, Sampang, pada Rabu (19/11).    
MELUAP: Petugas Polri membatu pengendara motor melintas karena terjebak banjir di Jalan Raya Jrengik, Sampang, pada Rabu (19/11).   

SAMPANG – UPT Pengolahan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Kepulauan Madura baru memulai kegiatan normalisasi Sungai Panyiburan.

Luapan air sungai ini sering menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Jrengik, Sampang.

Staf Seksi Operasi UPT Pengolahan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Kepulauan Madura Agil Priyanto menyampaikan, normalisasi Sungai Panyiburan sedang berjalan.

Kegiatan ini dilakukan pada dua desa terdampak. Pihaknya menurunkan dua alat berat untuk melakukan normalisasi hingga akhir tahun.

Dia menilai, banjir yang terjadi tahun ini disebabkan karena curah hujan tinggi. Khususnya wilayah utara seperti Kecamatan Konang, Bangkalan, dan Kecamatan Tambelangan, Sampang.

Lokasi ini masuk dataran tinggi dan airnya mengalir ke sungai Panyiburan. ”Ditambah air laut yang pasang dan sedimentasi menjadi satu permasalahan,” katanya Jumat (21/11).

Dua desa yang dilakukan pengerukan yakni Margantoko dan Majengan. Dia menargetkan normalisasi dilakukan sepanjang dua kilometer.

Pekerjaan baru dimulai minggu ini. Alasannya, alat yang dimiliki terbatas karena normalisasi hampir dilakukan seluruh Jawa Timur.

Agil menyatakan, meski dikerjakan pada musim hujan, tidak akan menggangu proses pengurukan. ”Kami belum ngecek (hasil pengerukannya) karena baru mulai minggu ini,” ujarnya.

Dia tidak menjawab saat disinggung terkait anggaran kegiatan normalisasi sungai tersebut. Dia hanya menyebut jika pengerukan akan dilakukan sampai tuntas. ”Anggaran kami terbatas,” tutupnya.

Camat Jrengik Khoirul Anam menyampaikan, banjir terjadi hampir setiap turun hujan. Pihaknya membentuk tim Desa tangguh benacana (Destana) untuk mengantisipasi pra dan pasca bencana.

Menurut dia, banjir tahun ini meluas hingga ke Desa Jrengik. Itu terjadi setelah akses jalan nasional ditinggikan.

Akibatnya, air tidak mengalir ke sisi selatan jalan. Dia berharap, normalisasi sungai segera selesai.

”Pekerjaannya baru dilaksanakan Senin lalu. Katanya harus gantian dengan daerah lain. Padahal kami telah mengajukan tahun lalu,” tandasnya. (ay/bil)

Editor : Ina Herdiyana
#Panyiburan #banjir #sampang #normalisasi sungai