Bangkalan, Radarbangkalan.id – Konflik lahan yang terjadi di SDN Lerpak 2, Desa Lerpak, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, membuat ratusan siswa harus belajar di teras dan mushala warga sejak sekolah disegel pemilik lahan pada 3 November 2025.
Menjelang ujian tengah semester (UTS) awal Desember, pihak sekolah kini menyiapkan langkah darurat yakni meminjam tenda desa sebagai ruang ujian sementara.
Kepala SDN Lerpak 2, Junaidi, mengatakan tenda akan dipasang agar siswa tidak lagi menjalani ujian dengan lesehan.
“Nanti kami pinjam tenda desa untuk pelaksanaan ujian. Akan kami isi bangku supaya anak-anak lebih nyaman,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Sejak penyegelan, seluruh kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke fasilitas warga sekitar.
Para siswa tetap berusaha mengikuti pembelajaran meski harus duduk di lantai setiap hari.
“Kami masih belajar di luar sekolah. Menempati teras dan mushala warga sekitar,” tutur Junaidi.
Menjelang UTS, pihak sekolah belum menerima informasi apakah ujian akan digabung dengan sekolah lain.
Hingga kini, kebijakan dari pemerintah daerah masih belum jelas.
“Belum ada wacana untuk ke sana. Kami juga belum tahu kepastiannya bagaimana,” tambah Junaidi.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyebut pihaknya sedang mengupayakan penggunaan sementara gedung madrasah di sekitar lokasi sekolah.
Namun rencana itu belum bisa dipastikan karena masih menunggu kesepakatan dengan pemilik.
“Masih kami koordinasikan dengan pemilik madrasah,” ujarnya singkat.
Editor : Yusron Hidayatullah