Bangkalan, Radarbangkalan.id – Setelah ruang kelas SDN Kajuanak 4, Dusun Petapan, Desa Kajuanak, Kecamatan Galis, ambruk pada Senin malam (24/11/2025), kini sebanyak 104 murid terpaksa menjalani proses belajar di rumah warga.
Dua rombongan belajar, yakni kelas 1 dan kelas 2, resmi dipindahkan sejak Senin pagi, hanya beberapa jam sebelum bangunan roboh.
Kepala sekolah, Ningsih, mengatakan pihaknya sudah berulang kali mengajukan perbaikan gedung.
Namun hingga kini sekolah belum mendapat giliran rehabilitasi.
“Kami ajukan tiap saat. Kabarnya sekolah kami dapat giliran tahun 2026. Tapi kondisinya tidak bisa bertahan sampai tahun depan,” tegasnya, Selasa (25/11).
Baca Juga: Retak Sejak Lama, Ruang Kelas SDN Kajuanak 4 Akhirnya Ambruk
Ningsih berharap pemerintah segera mempercepat penanganan agar kegiatan belajar bisa kembali normal dan aman.
“Yang penting anak-anak tetap bisa belajar. Tapi harapan kami, perbaikan segera dilakukan,” ujarnya.
Peristiwa ambruknya ruang kelas sehari sebelumnya sempat memicu kepanikan warga.
Suara runtuhan terdengar keras hingga membuat warga keluar rumah.
Beruntung, siswa sudah diungsikan sejak pagi sehingga tidak ada korban.
Kini, proses belajar mengajar berlangsung darurat di rumah warga, sambil menunggu kepastian rehabilitasi gedung sekolah.