Bangkalan – Mahasiswa Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) turun langsung ke Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Bangkalan, menghadirkan program inovatif bernama JELITA (Jelantah Bernilai Nyata).
Program ini mengedukasi warga untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi.
Program JELITA resmi berjalan sejak 31 Oktober 2025. Mahasiswa melaksanakan intervensi komunitas sebagai bentuk pengabdian, sekaligus membuktikan bahwa ilmu psikologi bisa berkolaborasi dengan pemberdayaan lingkungan dan ekonomi.
Inisiatif ini lahir dari kepedulian terhadap tingginya akumulasi minyak jelantah rumah tangga yang selama ini hanya dibuang.
Melalui JELITA, mahasiswa mengajarkan warga cara mengolah jelantah agar bisa dijadikan produk bernilai, mulai dari bahan bakar alternatif hingga komoditas yang bisa dijual.
“Tujuan kami bukan hanya mengurangi limbah, tapi juga membuka peluang cuan baru bagi masyarakat,” kata salah satu mahasiswa pelaksana program.
Selain pelatihan teknis, mahasiswa juga memberikan edukasi tentang pentingnya kesadaran lingkungan.
Mereka menekankan bahwa pengelolaan limbah bisa dilakukan sejak dari rumah tangga, sehingga tidak menimbulkan pencemaran.
Warga Desa Langkap pun menyambut positif program ini. Mereka menilai JELITA bisa menjadi solusi ganda: mengurangi sampah sekaligus menambah penghasilan.
Program JELITA menjadi bukti nyata bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya berhenti di ruang kelas.
Dengan pendekatan psikologi komunitas, mahasiswa UTM berusaha membangun kesadaran kolektif sekaligus memberdayakan masyarakat desa.
Baca Juga: Bangkalan Kewalahan Urus Sampah 120 Ton per Hari, Bupati: RDU Tak Cukup
“Harapannya, JELITA bisa terus berlanjut dan dikembangkan di desa lain. Limbah jelantah jangan lagi dianggap sampah, tapi sumber cuan,” tutup mahasiswa UTM.
Editor : Yusron Hidayatullah