News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kerusakan Proyek Saluran di Desa Apaan, Pangarengan, Capai 17 Meter, Pembangunan Habiskan Biaya Ratusan Juta

Ina Herdiyana • Kamis, 27 November 2025 | 07:03 WIB
SEUMUR JAGUNG: Pekerja mengkur kerusakan proyek pembangunan saluran di Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan yang ambruk, Selasa (21/11).
SEUMUR JAGUNG: Pekerja mengkur kerusakan proyek pembangunan saluran di Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan yang ambruk, Selasa (21/11).

SAMPANG – Kualitas proyek pembangunan saluran di Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang patut dipertanyakan.

Sebab, usia proyek yang bersumber dari Bantuan Keuangan (BK) Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Jawa Timur (Jatim) tersebut hanya seumur jagung.

Pembangunam proyek itu baru tuntas sekitar dua bulan lalu. Namun kegiatan yang menelan biaya Rp 300 juta tersebut sudah ambruk.

Kerusakan parah itu diduga karena pengerjaannya asal-asalan. Saluran yang rusak mencapai 17 meter.

Abd. Manaf, kepala tukang, menyatakan, proyek yang bersumber dari APBD Pemprov Jatim tersebut tidak dikerjakan pihak ketiga, tetapi dikerjakan Pemerintah Desa (Pemdes) Apaan, Kecamatan Pangarengan.

Pihaknya terlibat dalam pembangunan proyek sejak awal. Sehingga pihaknya tahu persis kapan proyek tersebut selesai.

”Proyek ini sudah selesai sekitar dua bulan yang lalu,” ujar Pria asal Desa Gunung Maddah, Kecamatan Kota Sampang, itu.

Manaf mengeklaim, ambruknya proyek saluran tersebut karena didilubangi oleh warga. Tujuannya, agar air yang menggenang di area persawahan mengalir.

Namun, lubang yang dibuat berukuran kecil sehingga tidak mampu menampung debit yang masuk dari sawah ke saluran.

”Saat tidak mampu menampung air, akhirnya tembok yang sebelah utara ini roboh,” ungkapnya.

Saluran yang rusak sekitar 17 meter. Proses perbaikan dimulai Selasa (25/11). Namun pihaknya masih menunggu datangnya bahan material.

Baca Juga: Ketua Komisi III DPRD Bangkalan Dilaporkan ke Polisi, Diduga Terlibat Penipuan Tanah Kavling  

”Perbaikan ini permintaan kepala desa (Kades), kami diminta memperbaikinya,” bebernya.

Camat Pangarengan Sampang Nur Holis membenarkan proyek pembangunan saluran tersebut tidak bertahan lama.

Dia menduga kerusakan disebabkan faktor cuaca. Sebab di lokasi proyek sempat mengalami banjir pasca dilanda hujan dua hari berturut-turut.

”Sehingga saluran itu tidak mampu menampung air yang datang dari sebelah utara di lokasi tersebut sehingga jebol (ambruk),” ujarnya.

Baca Juga: Ketua Komisi III DPRD Bangkalan Dilaporkan ke Polisi, Diduga Terlibat Penipuan Tanah Kavling  

Holis tidak tahu menahu saat ditanya tentang perencanaan proyek saluran tersebut. Padahal, jika di arah pembangunan proyek kerap terjadi genangan, seharusnya masalah itu diatasi saat penyusunan perencanaan.

Pihaknya berdalih tidak terlibat dalam proyek pembangunan salauran tersebut. Sebab anggarannya bukan bersumber dari APBD Kabupaten Sampang.

”Kami tidak tahu teknisnya. Proyek itu merupakan proyek BK, bukan wewenang kami. Baru kalau realisasi proyek dana desa (DD), kami lakukan pengawasan tetap,” tandasnya. (bai/jup)

 

Editor : Ina Herdiyana
#kerusakan #Ratusan #BK #proyek #biaya #bantuan keuangan #Pemdes #pembangunan