Radarbangkalan.id – Realisasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Bangkalan tercatat masih rendah.
Hingga 21 November 2025, serapan BTT baru mencapai 27,25% atau sekitar Rp706 juta dari total pagu Rp2,59 miliar.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan, Ahmad Hafid, menjelaskan rendahnya serapan bukan karena anggaran tidak siap, melainkan karena belum ada kejadian darurat yang membutuhkan pencairan cepat.
“Setahu saya sampai hari ini belum ada pergerakan di BTT untuk belanja daerah yang sifatnya force majeur, emergency, di antaranya bencana alam puting beliung, banjir, dan lain-lain,” kata Hafid, Kamis (27/11/2025).
Hafid menegaskan, tidak semua kerusakan bisa dikategorikan sebagai bencana alam.
Jika kejadian hanya bersifat parsial, misalnya satu atau dua titik, maka tidak termasuk kondisi darurat.
“Kalau sifatnya parsial, itu bukan dalam kondisi darurat bencana. OPD terkait akan menyentuh dengan program rehab ringan, sedang, atau berat sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Meski serapan masih rendah, Hafid memastikan anggaran BTT tetap tersedia sebagai cadangan.
Dana ini akan digunakan bila terjadi bencana besar yang membutuhkan penanganan segera.
“BTT ini sifatnya antisipasi. Kalau tidak ada kejadian darurat, memang tidak terserap penuh. Tapi kalau ada bencana besar, dana ini bisa langsung digunakan,” ujarnya.
Editor : Yusron Hidayatullah