News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ratusan Nelayan Arosbaya Demo di Tengah Laut, Protes Kapal Trawl Luar Daerah  

Yusron Hidayatullah • Jumat, 28 November 2025 | 00:28 WIB
Nelayan di Arosbaya Bangkalan membentangkan poster yang bertuliskan bentuk protes terhadap nelayan luar daerah yang menangkap ikan menggunakan jaring trawl di perairan Desa Tengket, Kamis (27/11/2025.
Nelayan di Arosbaya Bangkalan membentangkan poster yang bertuliskan bentuk protes terhadap nelayan luar daerah yang menangkap ikan menggunakan jaring trawl di perairan Desa Tengket, Kamis (27/11/2025.

Arosbaya – Ratusan nelayan dari Desa Tengket dan Arosbaya, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, menggelar aksi protes di tengah laut.

Mereka menolak keberadaan kapal-kapal dari luar daerah yang menangkap ikan menggunakan jaring trawl di perairan dangkal Bangkalan.  

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekesalan atas maraknya aktivitas kapal trawl yang dinilai merusak ekosistem laut dan mengancam mata pencaharian nelayan lokal. 

Kordinator nelayan Arosbaya, Moh Sahid, menyebut penggunaan alat tangkap trawl sudah meresahkan sejak beberapa tahun terakhir.

Meski telah dilakukan beberapa kali mediasi, hasilnya nihil.  

“Wilayah laut kami ini dangkal, jadi penggunaan trawl jelas melanggar aturan. Kami sudah minta ke pemerintah agar ditangani maksimal,” ujar Sahid, Kamis (27/11/2025).  

Moh Sahid menduga kapal-kapal trawl yang masuk berasal dari daerah lain seperti Gresik dan Lamongan.

Ia meminta pemerintah kabupaten hingga pusat untuk menindak tegas dan melarang kapal luar masuk ke perairan Bangkalan.

Sementara itu, Anggota DPRD Bangkalan, Mahmudi, menegaskan bahwa persoalan masuknya kapal trawl ke wilayah Arosbaya harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten, aparat penegak hukum, hingga pemerintah provinsi dan pusat.

Menurutnya, praktik penggunaan jaring trawl tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga terbukti merusak ekosistem laut, menghancurkan habitat ikan, dan mempersempit ruang tangkap nelayan lokal.

“Ini bukan masalah kecil. Mereka juga cari makan. Dampaknya langsung dirasakan nelayan, dan dalam jangka panjang merusak kelestarian laut kita. Semua pihak harus turun tangan, tidak boleh saling lempar tanggung jawab,” tegas Mahmudi.

Baca Juga: Perjuangan Berbuah Hasil, Aliansi Guru Non ASN Gelar Tasyakkuran dan Harapkan Pengangkatan ke Penuh Waktu

Ia mendesak pemerintah bertindak cepat untuk menghentikan seluruh aktivitas trawl ilegal dan memastikan wilayah tangkap nelayan Bangkalan benar-benar terlindungi.

“Negara harus hadir. Nelayan tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri menghadapi praktik yang jelas-jelas merugikan mereka,”ujarnya.

Editor : Yusron Hidayatullah
#bangkalan #Nelayan Arosbaya #Arosbaya #Jaring Trawl