Radarbangkalan.id - Banjir yang melanda Kota Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), sejak Kamis (27/11/2025) pagi belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Sungai Deli dan Belawan terus meluap, menyebabkan debit air di permukiman warga terus naik dan mencapai hampir tiga meter di sejumlah lokasi.
Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi besar-besaran karena banyak warga terjebak di rumah mereka.
Banjir yang merendam jalan hingga setinggi satu meter juga membuat ratusan kendaraan mogok, terutama di area yang nekat diterobos pengendara.
Menggunakan perahu karet, petugas dari BPBD, Basarnas Kota Medan, TNI, dan Polri mengevakuasi warga di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, salah satu lokasi paling terdampak. Permukiman di wilayah ini berada dekat aliran Sungai Deli sehingga cepat terendam.
Baca Juga: Banjir Medan Rendam 19 Kecamatan, Ribuan Rumah Terendam dan Rumah Dinas Bobby Ikut Kebanjiran
Di Sei Mati, diperkirakan sekitar 300 kepala keluarga sudah mengungsi. Debit air di kawasan tersebut terus bertambah seiring meluapnya Sungai Deli.
Anak-anak, lansia, dan orang tua menjadi prioritas evakuasi ke tempat pengungsian sementara. Selain Medan Maimun, penyelamatan juga dilakukan di beberapa wilayah lain di Kota Medan.
Wilayah Kabupaten Deli Serdang, terutama Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, mengalami kondisi serupa. Rumah-rumah terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga dua meter, membuat warga mengungsi ke masjid terdekat.
Salah satu warga terdampak, Anto, mengaku rumahnya mulai terendam sejak pukul 08.00 WIB dengan ketinggian awal 50 sentimeter. Namun sore hari, air naik hingga hampir dua meter dan merusak seluruh perabotan.
Baca Juga: Banjir Medan Rendam 19 Kecamatan, Ribuan Rumah Terendam dan Rumah Dinas Bobby Ikut Kebanjiran
“Yang paling dibutuhkan bahan pangan, air bersih, dan pakaian. Sampai sekarang belum ada bantuan. Harapannya pemerintah segera turun tangan,” ujarnya.
Di Jalan Kapten Sumarsono, Kecamatan Sunggal, banjir sedalam satu meter juga membuat ratusan sepeda motor mogok dan harus dituntun pemiliknya.
Warga Medan dan Deli Serdang berharap hujan segera berhenti agar air cepat surut dan mereka bisa kembali ke rumah masing-masing.
Hingga kini, BPBD Kota Medan dan Deli Serdang belum merilis data resmi jumlah warga terdampak, tetapi diperkirakan ribuan rumah sudah terendam dan ratusan kepala keluarga mengungsi akibat banjir besar ini.
Baca Juga: Gejolak Internal PBNU: Gus Yahya Diberhentikan, Rais Aam Miftachul Akhyar Ambil Kendali
Editor : Ubaidillah