Radarbangkalan.id – Aufa Herely, pemilik rental mobil di Pandaan, Pasuruan, tak menyangka orderan sewa mobil dari seorang wanita berujung pada dugaan penyekapan dan pemerasan terhadap drivernya di Sampang, Madura.
Kejadian bermula pada Senin (24/11/2025) malam, saat seorang wanita berinisial Y menghubungi Aufa lewat WhatsApp.
Ia memesan mobil sekaligus driver untuk perjalanan Sidoarjo–Sampang–Malang.
Setelah menyepakati harga sewa Rp1,4 juta, Y mentransfer uang muka Rp400 ribu.
“Setelah DP masuk, saya kirim kontak driver saya, Mas F, untuk atur titik jemput di Sidoarjo,” ujar Aufa dalam sebuah wawancara.
Mobil yang disewa adalah Honda Jazz putih tahun 2021 dengan nomor polisi AG 1335 RM. Durasi sewa hanya satu hari.
Selasa malam (25/11), Aufa mendapat kabar dari F bahwa ia sudah dalam perjalanan ke Sampang.
Namun, keesokan harinya, Rabu (26/11), F tak bisa dihubungi.
“Saya mulai curiga karena WhatsApp-nya centang satu terus. Saya cek GPS mobil, posisinya di Sampang tapi enggak bergerak sama sekali,” kata Aufa.
Sore harinya, F akhirnya menghubungi Aufa dan mengaku sedang disekap oleh sekelompok orang. Ia bahkan menyebut dikalungi celurit.
“Maaf Mbak, saya disandera di daerah Sampang,” kata Aufa menirukan suara F.
Menurut pengakuan F, penyekapan itu terjadi karena Y disebut memiliki utang Rp58 juta kepada seseorang di Sampang.
Untuk menghindari penagihan, Y mengaku bahwa F adalah saudaranya.
“Jadi Mbak Y bilang ke orang sana kalau Mas F itu saudaranya. Akhirnya Mas F yang ditahan,” jelas Aufa.
Setelah berkonsultasi dengan keluarga, Aufa memutuskan melapor ke Polda Jatim. Kasus ini langsung ditangani Subdit Jatanras.
Pada Jumat (27/11), Aufa mendapat kabar bahwa F telah ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, mobil Honda Jazz miliknya hilang.
“Alhamdulillah Mas F sudah ketemu dan baik-baik saja. Tapi mobilnya belum ditemukan. Kalau ada yang melihat Honda Jazz AG 1335 RM warna putih, mohon bantu lapor,” ujarnya.
Editor : Yusron Hidayatullah