Radarbangkalan.id – Akses jalan Ringroad Barat di Kota Bangkalan, Jawa Timur, mendadak tersendat setelah puluhan warga melakukan aksi blokir.
Mereka menutup jalur dengan tumpukan sampah dan semak belukar sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah daerah yang dinilai abai membayar ganti rugi lahan.
Jalan yang biasanya ramai dilalui kendaraan, termasuk armada Bus Trans Jatim, kini terganggu.
Meski tidak ditutup total, satu jalur utama terpaksa dialihkan karena aksi warga.
Janji Tak Pernah Terealisasi
Konflik ini berawal sejak tahun 2001, ketika Pemkab Bangkalan menggunakan lahan warga untuk pembangunan jembatan dan jalan.
Saat itu, pemerintah berjanji akan memberikan kompensasi setelah anggaran tersedia.
Namun hingga kini, janji tersebut tidak pernah terealisasi.
“Sejak awal kami diminta merelakan tanah untuk pelebaran jalan. Tapi setelah diukur ulang, ternyata separuh dari lahan kami tidak pernah dibayar,” ungkap Moh Jasin Marseilly, salah satu warga yang ikut aksi, Senin (1/12/2025).
5.000 Meter Persegi Belum Diganti Rugi
Dari total lahan sekitar 5.000 meter persegi yang dipakai untuk proyek, separuhnya masih berstatus milik warga tanpa kompensasi.
Upaya hukum melalui pengadilan pun tidak membuahkan hasil.
Warga menilai pemerintah daerah telah melakukan perampasan dengan dalih pembangunan.
Jalan Akan Tetap Ditutup
Warga menegaskan aksi blokir jalan bukan sekadar simbol protes, melainkan tekanan agar pemerintah segera menuntaskan kewajiban.
Mereka menyatakan jalan akan tetap ditutup sampai ada kepastian ganti rugi.
“Kami tidak akan membuka akses sebelum ada kejelasan. Ini hak kami yang harus dihormati,” tegas warga.
Editor : Yusron Hidayatullah