News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tajungan Temukan Solusi Inovatif: Limbah Kulit Udang Diolah Jadi Petis Bernilai Jual

Mohammad Sugianto • Kamis, 4 Desember 2025 | 15:11 WIB
Mahasiswa program studi  Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) foto bersama dengan warga Desa Tajungan yang menjadi target kegiatan kegiatan intervensi komunitas
Mahasiswa program studi Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) foto bersama dengan warga Desa Tajungan yang menjadi target kegiatan kegiatan intervensi komunitas

BANGKALAN,Radarbangkalan.id– Desa Tajungan, Kecamatan Kamal, kini punya cara baru mengurangi pencemaran laut sekaligus meningkatkan ekonomi warga. Enam mahasiswa Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar sosialisasi pengolahan limbah kulit udang menjadi petis di Dusun Balai, Jumat (21/11).

Program ini merupakan bagian dari intervensi komunitas yang menargetkan tiga aspek sekaligus: lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dusun Balai dipilih setelah observasi, wawancara, serta mendapat rekomendasi dari Sekretaris Desa Tajungan, Nurul Kholifa. Dusun ini dinilai paling strategis karena mayoritas nelayan tinggal di area tersebut.

Warga selama ini membuang kulit udang ke laut. Produksi kerupuk udang harian milik dua warga, Yana dan Mukmina, mencapai 10–15 kilogram. Limbah kulitnya langsung dibuang ke perairan sekitar. “Kalau bikin kerupuk udang bisa sampai 10 kilo. Kulitnya kadang saya buang ke laut karena rumah dekat pantai,” ujar salah satu warga.

Sosialisasi dipimpin Noeril Beit Hidayatullah bersama lima anggota lainnya: Anisa Desty Aulia, Maretha Aulia Putri, Amanda Hafisa, Laily Tanzil Qirani, dan Sinta Mawa Daturrohma. Pada sesi awal, tim menyampaikan materi tentang pengurangan limbah, dampak sampah, dan masalah pencemaran laut. Warga aktif bertanya dan memberi masukan.

Materi kemudian berlanjut pada solusi utama: mengolah limbah kulit udang menjadi petis. Penjelasan diberikan oleh Mukmina, pembuat petis yang cukup dikenal di Tajungan. Ia membagikan cara mengolah kulit udang yang semula dibuang menjadi produk petis dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Sebagai tindak lanjut, tim mahasiswa menjadwalkan monitoring mulai Rabu (26/11) hingga Minggu (30/11). Kegiatan dilakukan di rumah Mukmina yang menjadi lokasi praktik pembuatan petis. Pada fase monitoring ini, mahasiswa dan Mukmina mendampingi warga dalam setiap tahap pengolahan, mulai pembersihan hingga memasak.

Program ini memiliki dua tujuan utama: meningkatkan keterampilan warga agar mampu mengolah petis secara mandiri, serta membantu menyelesaikan kendala yang muncul saat praktik pengolahan dilakukan.

Melalui kolaborasi mahasiswa sebagai fasilitator dan Mukmina sebagai ahli lokal, kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat ganda bagi warga Tajungan. Selain menjaga kelestarian laut, pemanfaatan limbah kulit udang menjadi petis diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru di Dusun Balai.(gik)

Editor : Mohammad Sugianto
#Kamal #inovasi mahasiswa #petis #Mahasiswa UTM #kulit udang #desa tajungan