News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Mahasiswa UTM Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying

Mohammad Sugianto • Kamis, 11 Desember 2025 | 15:53 WIB
SEMANGAT: Mahasiswa UTM foto bersama siswa-siswi MAN Bangkalan usai menggelar sosialisasi pencegahan bullying, Selasa (9/12).
SEMANGAT: Mahasiswa UTM foto bersama siswa-siswi MAN Bangkalan usai menggelar sosialisasi pencegahan bullying, Selasa (9/12).

Bangkalan, Radarbangkalan.id - Puluhan
Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang tergabung dalam Program Studi S1 Akuntansi Kelas E melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Bullying di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bangkalan, selasa (9/12). Kegiatan itu merupakan tugas akhir semester mata kuliah pancasila, sekaligus bentuk aksi nyata dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan berkarakter.

Sosialisasi itu diikuti peserta didik kelas 11 dan 12, didampingi oleh dewan guru MAN Bangkalan. Materi yang disampaikan difokuskan pada pemahaman mengenai jenis-jenis bullying, seperti perundungan verbal, fisik, sosial, maupun digital, serta dampak psikologis dan sosial yang dapat timbul pada korban.

Ketua pelaksana Muhsin Abdillah Mengatakan melalui kegiatan ini mahasiswa UTM mengajak siswa-siswi untuk memahami pentingnya peran sebagai active bystander, yakni keberanian untuk mencegah, melapor, dan memberikan dukungan ketika menyaksikan tindakan perundungan.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi, serta sesi refleksi mengenai pengalaman dan sudut pandang siswa terkait perundungan.
"Pendekatan ini diharapkan mampu membantu peserta didik memperkuat empati, kepedulian sosial, serta kesadaran moral dalam berinteraksi dengan teman sebaya," jelasnya.

Kepala MAN Bangkalan Moh. Ali Wafa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa nilai moral dan karakter telah menjadi fondasi utama dalam lingkungan madrasah.

"Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk generasi yang berakhlak, peduli, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif," ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa kerja sama antara institusi pendidikan menengah dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam membangun budaya pendidikan yang lebih humanis dan inklusif.

"Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan," pungkasnya. (*)

Editor : Mohammad Sugianto