BANGKAKALAN, Radarbangkalan.id – Korban kasus tindak asusila yang diduga dilakukan oknum lora di wilayah Kecamatan Galis menjalani pemeriksaan psikologi di Polda Jawa Timur (Jatim) kemarin (10/12). Korban datang dengan didampingi Muslimah Humanis Indonesia (MHI).
Ketua MHI Bangkalan Mutmainnah menyatakan, pemeriksaan psikologi kepada korban menjadi tahap pengumpulan dan analisis informasi untuk memahami masalah dan kasus yang didalami. Termasuk untuk mengungkapkan kronologi kasus dugaan pencabulan yang diduga dilakukan oknum lora tersebut.
”Pendampingan holistik ini untuk mengintegrasikan dukungan psikologis pada korban,” jelasnya.
Dukungan psikologis yang positif dapat menurunkan trauma dengan mengedepankan empati dan simpati kepada korban. Termasuk untuk membantu mengatasi kecemasan dalam proses berita acara pemeriksaan (BAP) di Mapolda Jatim.
”Psychologivcal first Aid (PFA) ini dilakukan untuk menurunkan trauma,” katanya.
Pendampingan yang dilakukan MHI berfokus pada penyelesaian masalah spesifik yang sedang dihadapi korban. Termasuk untuk mengatasi masalah yang dihadapi dengan pendekatan sufistic psycho social learning.
Juga, perpaduan antara psikologi sufistik dan social learning. ”Pendampingan holistik itu merupakan kolaborasi antara psikologis dengan pendampingan kuasa hukum pada korban,” katanya. (za/jup)
Editor : Mohammad Sugianto