BANGKALAN – Penanganam kasus penganiayaan terhadap AS, 14, warga Kecamatan Klampis, Bangkalan, dinilai jalan di tempat.
Sebab, meski polisi telah melakukan gelar perkara, tak ada tambahan tersangka baru dalam kasus itu.
Suherman orang tua AS mengaku belum mendapat informasi baru tentang perkembangan perkara dilaporkan sejak April lalu.
Namun yang pasti, penyidik telah melakukan gelar perkara soal dugaan keterlibatan orang tua pelaku IS.
”Sampai saat ini, kami belum mendapatkan hasil perkembangan dari penyidik,” terangnya.
Dia menilai kinerja penyidik Satreskrim Polres Bangkalan lamban. Sebab, sampai detik ini belum ada tersangka baru dalam kasus penganiayaan terhadap buah hatinya.
Padahal, sudah sangat jelas adanya peran serta orang lain dalam kasus penganiayaan itu.
Khususnya orang tua pelaku yangberinisial J dan A. ”Kami berharap penyidik segera menetapkan tersangka baru, karena sangat jelas orang tua pelaku terlibat,” paparnya.
Dia juga mendesak penyidik untuk secepatnya mengamankan seorang terduga pelaku bernama Haris.
Apalagi Haris sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). ”Haris harus secepatnya diamankan,” pintanya.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama menyatakan, penyidik masih terus bekerja keras untuk mengamankan satu orang pelaku yang sudah ditetapkan sebagai DPO.
Dia memastikan penyidik bekerja secara profesional dalam menangani kasus tersebut.
”Penyidik berusaha keras untuk segera mengamankan pelaku yang diduga kabur ke Malaysia,” katanya. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana