Radarbangkalan.id – Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Bangkalan memberikan apresiasi atas langkah cepat jajaran Polres Bangkalan dalam mengungkap kasus pencurian hewan ternak (curwan) yang belakangan meresahkan warga desa.
Sekretaris PKDI Bangkalan, Syaiful Ismail, menilai tindakan kepolisian patut diapresiasi karena mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat pedesaan.
“Curwan ini sangat meresahkan. Hewan ternak bagi warga desa adalah aset utama dan penopang ekonomi keluarga. Kami berharap Polres Bangkalan terus meningkatkan patroli dan pengawasan, terutama di wilayah rawan,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
Ismail menambahkan, PKDI mendorong adanya sinergi lebih kuat antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat.
Menurutnya, langkah preventif seperti patroli malam, pos kamling aktif, serta pertukaran informasi cepat sangat diperlukan untuk menekan angka kejahatan.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami siap bersinergi demi menjaga kondusivitas desa-desa di Bangkalan,” tegasnya.
PKDI juga menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk mendukung langkah kepolisian, termasuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan dan mengimbau warga agar lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan.
Apresiasi PKDI muncul setelah Polres Bangkalan berhasil mengungkap kasus pencurian sapi di Desa Kapor, Kecamatan Burneh, Sabtu (13/12/2025) dini hari.
Dalam operasi yang melibatkan sembilan personel Satreskrim, polisi memburu tiga terduga pelaku yang menggunakan mobil Suzuki Carry.
Salah satu pelaku berinisial A, yang diketahui residivis kasus pencurian dengan kekerasan, melakukan perlawanan sengit.
Ia menyerang petugas dengan dua senjata tajam hingga melukai seorang anggota polisi di bagian perut dan pinggang.
Meski sudah diberi tembakan peringatan, pelaku tetap mengacungkan parang ke arah petugas.
Polisi akhirnya mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak kaki pelaku. A sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Selain A, polisi juga mengamankan satu pelaku lain berinisial Z, sementara satu pelaku berinisial S masih dalam pengejaran.
Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono menegaskan seluruh tindakan kepolisian dilakukan sesuai prosedur.
Rekaman CCTV warga juga menjadi bukti pendukung dalam pengungkapan kasus tersebut.
“Kami akan terus meningkatkan pengamanan agar masyarakat merasa terlindungi,” ujarnya.
Editor : Yusron Hidayatullah