Radarbangkalan.id - Meski salah satu gedung SDN Balung, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, disegel oleh ahli waris lahan, kegiatan belajar-mengajar (KBM) tetap berlangsung.
Pihak sekolah memastikan proses pendidikan tidak terganggu.
Kepala SDN Balung, Suprianto, menegaskan komitmen guru dan sekolah untuk tetap melindungi siswa.
"Kami dari awal mengambil kebijakan tetap berada dalam yurisdiksi kami sebagai pengajar. Tugas kami hanya menyampaikan ilmu, melindungi anak didik dan guru," kata Suprianto, Rabu (17/12/2025).
Suprianto menyebut, meski ada penutupan, kegiatan belajar tetap berjalan dengan sistem dua gelombang.
"Kelas rendah (1–3) belajar pukul 07.00–09.00, kelas tinggi (4–6) pukul 09.00–12.00. Jumlah jam mengajar tidak berkurang," jelasnya.
Menurutnya, ada enam kelas dengan total sekitar 180–182 siswa. Tiga kelas yang terdampak sengketa dipindahkan ke ruang lain agar tetap bisa belajar.
"Kami menempati tiga lokal, jadi masuk pagi dan siang. Fasilitas yang dipakai adalah gedung yang tidak berkonflik," ujarnya.
Suprianto menegaskan, pihak sekolah tidak ingin masuk ke ranah hukum sengketa lahan.
"Kami hanya fokus pada proses belajar-mengajar. Itu komitmen kami," pungkasnya.
Editor : Yusron Hidayatullah