Radarbangkalan.id - Pemerintah Kabupaten Bangkalan meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang belakangan melanda sejumlah wilayah.
Hujan deras disertai angin kencang hingga potensi genangan air menjadi perhatian serius pemerintah daerah bersama instansi terkait.
Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, Moh Zainul Qomar, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah.
Ia meminta warga menjauhi pohon besar saat angin kencang, serta memastikan pintu dan jendela rumah terkunci demi keselamatan.
“Kalau angin kencang, jangan berteduh di bawah pohon. Lebih aman masuk rumah dan pastikan kondisi terkunci,” kata Qomar Kamis (18/12/2025).
Qomar menyebut beberapa kecamatan seperti Arosbaya dan Belega kerap mengalami genangan saat hujan bersamaan dengan air pasang.
Namun genangan biasanya surut dalam waktu 5–7 jam setelah dilakukan normalisasi sungai dan saluran air.
“Normalisasi di Belega dan Ompul sangat membantu memperlancar aliran air menuju laut,” jelasnya.
Pemkab Bangkalan juga rutin melakukan pemantauan saat hujan turun.
Bupati bersama jajaran turun langsung memastikan dinas terkait segera menangani drainase yang tersumbat agar genangan tidak berlarut.
“Kalau drainase dibenahi, genangan cepat surut meski hujan deras,” tambah Qomar.
Tim Reaksi Cepat Disiagakan
BPBD bersama Polres Bangkalan menyiapkan logistik dan peralatan darurat, termasuk penanganan pohon tumbang.
Tim reaksi cepat disiagakan agar bisa bergerak dalam waktu 10 menit setelah laporan masuk.
Pengalaman tahun sebelumnya juga menjadi evaluasi. Ribuan pohon di kawasan Suramadu dipangkas untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat tumbang.
“Ada sekitar 18.800 pohon yang perlu dipangkas. Personel kami terbatas, tapi saran kami ditindaklanjuti provinsi,” ungkapnya.
Selain fokus di Bangkalan, BPBD juga aktif mengirim relawan dan bantuan ke daerah terdampak bencana di luar Madura, termasuk erupsi Semeru.
Bantuan berupa selimut, pakaian layak pakai, susu anak, mie instan, hingga terpal dikirim melalui koordinasi dengan BPBD Provinsi dan TNI AU.
Dengan berbagai langkah antisipasi, Pemkab berharap masyarakat tetap tenang namun siaga menghadapi cuaca ekstrem yang tidak menentu.
“Kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci,” pungkas Qomar.
Editor : Yusron Hidayatullah