RadarBangkalan.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meskipun sekolah libur nasional.
Badan Gizi Nasional (BGN) menerbitkan kebijakan terbaru yang mengizinkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap memproduksi dan menyalurkan MBG selama masa libur asalkan ada kesepakatan dengan pihak sekolah.
Di Kabupaten Bangkalan, beberapa SPPG masih beroperasi selama libur sekolah. Namun, penyaluran MBG lebih diprioritaskan kepada kelompok rentan gizi atau 3B. Yakni, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Wilayah SPPG Bangkalan Ivan Mahardika Yusuf.
Meski begitu, sekolah tetap dapat menerima MBG selama libur nasional apabila menyatakan kesediaan serta kesiapan untuk menyalurkannya kepada peserta didik.
Jika sekolah tidak bersedia, paket MBG dialihkan kepada penerima lain seperti kelompok 3B dan pondok pesantren.
”Di Bangkalan, ada beberapa sekolah yang masih menerima MBG selama masa libur,” ujarnya.
Penyaluran MBG ke sekolah dilakukan secara rapel, umumnya untuk kebutuhan tiga hari sekaligus. Menu yang disediakan pun beragam, baik makanan basah maupun kering.
”Biasanya dibagikan sekaligus pada hari Senin dengan menu yang berbeda untuk setiap harinya,” tambah Ivan.
Sementara itu, distribusi MBG bagi kelompok 3B dilaksanakan dengan melibatkan kader posyandu.
Pola penyalurannya bervariasi, mulai dari mengumpulkan penerima di satu lokasi hingga mengantarkannya langsung ke rumah masing-masing. ”Terkadang penerima manfaat dikumpulkan di satu titik,” jelasnya.
Ivan mengakui jumlah paket MBG selama masa libur mengalami penurunan karena tidak semua sekolah bersedia menerima program tersebut.
Selain itu, pihaknya belum dapat memastikan kapan distribusi MBG ke sekolah akan kembali berjalan normal. ”Kami masih menunggu petunjuk lanjutan dari BGN,” katanya.
Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika menegaskan bahwa sesuai edaran terbaru BGN, setiap SPPG wajib memperoleh persetujuan sekolah sebelum menyalurkan MBG selama libur nasional.
”Jika sekolah siap menerima dan mampu mendistribusikannya kepada siswa, maka diperbolehkan. Jika tidak, SPPG tidak boleh menyalurkan,” tegasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sekolah yang tetap menerima MBG selama libur telah berkoordinasi dengan wali murid.
Pengambilan MBG dilakukan di sekolah masing-masing. Menu yang disalurkan juga tetap mengacu pada proposal yang telah diajukan kepada BGN, baik berupa makanan basah maupun kering. ”Menunya sesuai proposal yang telah disetujui,” ujarnya.
Bambang menambahkan, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan jumlah SPPG yang masih menyalurkan MBG ke sekolah selama masa libur.
Namun, dari puluhan SPPG yang tersebar di seluruh kecamatan, sebagian masih aktif melakukan distribusi.
”Data pastinya belum kami himpun, tetapi memang ada SPPG yang tetap menyalurkan ke sekolah,” pungkasnya. (za/han)
Editor : Ina Herdiyana