RadarBangkalan.id – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali dikeluhkan masyarakat.
Sebab, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep dilaporkan sering kehabisan stok.
Habib, sopir asal Kecamatan Manding, mengungkapkan dirinya sempat kesulitan mendapatkan solar.
Untuk mengisi bahan bakar kendaraannya, dia harus berkeliling mendatangi beberapa SPBU.
”Kalau pun ada SPBU yang masih menyediakan solar, antreannya biasanya panjang. Tapi karena kebutuhan, mau tidak mau tetap antre,” ujarnya Rabu (24/12).
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Sumenep Dadang Dedy Iskandar memastikan, ketersediaan BBM bersubsidi, baik solar maupun pertalite, masih aman.
Meski demikian, dia mengakui bahwa kuota yang tersedia kini menipis. Untuk BBM bersubsidi jenis solar, kuota Sumenep tahun ini mencapai 44.047 kiloliter (kl).
Dari jumlah tersebut, realisasi penyaluran telah mencapai 38.850 kl atau sekitar 95 persen. Artinya, sisa kuota hanya tinggal sekitar 5.197 kl atau 5 persen.
Sementara itu, kuota pertalite ditetapkan 75.296 kl. Hingga saat ini, penyalurannya sudah mencapai 64.398 kl atau sekitar 90 persen sehingga sisa kuota yang belum terserap tinggal 10.998 kl atau 10 persen.
Meski stok kian menipis, Dadang menegaskan bahwa BBM bersubsidi dipastikan masih mencukupi hingga akhir tahun 2025.
”Kami pastikan ketersediaannya aman sampai akhir tahun ini,” pungkasnya. (iqb/jup)
Editor : Ina Herdiyana