RadarBangkalan.id – Kasus pencabulan yang menyeret oknum lora berinisial S semakin pelik. Sebab, N, korban pencabulan, diduga diculik.
Keluarga curiga ada keterlibatan terlapor S asal Kecamatan Galis, Bangkalan.
Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI) Mutmainnah menceritakan, korban berinisial N diketahui hilang pada Rabu (7/1) sekitar pukul 01.10.
Korban hanya meninggalkan handphone di kamar saat orang tuanya mengecek keberadaan korban.
”Ibu korban kaget setelah melihat anaknya tidak ada di kamarnya,” ucapnya.
Keluarga sempat melakukan pengejaran ke Kecamatan Blega hingga akses Jembatan Suramadu, tetapi tidak membuahkan hasil.
Mereka curiga korban diculik. Menurut dia, hilangnya korban ada kaitan dengan kedatangan dua santriwati ke rumah korban dua hari sebelumnya kejadian.
”Dua hari sebelumnya, ada dua santriwati datang ke rumah korban. Keluarga korban menduga dua santriwati itu membawa pesan dari seseorang,” tuturnya.
Mutmainnah mengungkapkan, keluarga mencari keberadaan dua santriwati tersebut.
Keduanya mengaku diutus terlapor S untuk menyampaikan pesan kepada korban karena tidak bisa dihubungi. Karena itu, keluarga korban melapor ke Polres Bangkalan.
”Karena keluarga tidak menemukan keberadaan korban, akhirnya kami melapor ke Polres Bangkalan,” ungkapnya.
Dia memaparkan, terlapor S sempat mengirim pesan melalui direct messege (DM) Instagram kepada korban.
Dia membujuk korban dan diiming-imingi untuk dinikahi. Hal itu menguatkan kecurigaan Mutmainnah bahwa hilangnya korban ada kaitan dengan terlapor.
”Kami berharap polres segera menemukan korban dan segera dikembalikan kepada orang tuanya,” harapnya.
Hal yang sama dijuga disampaikan penasihat hukum korban Ali Maulidi. Jika mengamati kronologi kedatangan dua santriwati, dia menduga korban saat ini tengah bersama terlapor S.
Apalagi, sebelumnya yang bersangkutan sempat menghubungi korban.
”Saya belum bisa memastikan korban diculik atau dibawa kabur. Namun, saya menduga klien kami ini lagi bersama terlapor S,” ucapnya.
Di tempat terpisah, tokoh Bangkalan Mathur Husairi menilai penyidik Polda Jatim lamban dalam menangani kasus pencabulan tersebut.
Sebab, laporan dan hasil visum sudah selesai. Namun, penyidik belum memanggil terlapor S.
Pihaknya berencana melakukan aksi unjuk rasa ke polres Bangkalan.
Yakni, jika korban tidak dikembalikan kepada keluarganya hingga Rabu (14/1). ”Jika Rabu korban belum dikembalikan, kami akan demo ke polres dan Polda Jatim,” tegasnya.
Pihaknya mendesak aparat kepolisian melakukan langkah-langkah taktis untuk mempercepat pengungkapkan kasus tersebut.
Menurut dia, penculikan korban terjadi karena penanganan perkara di Polda Jatim lamban.
”Ada upaya untuk menghalang-halangi penegakan hukum. Kami sudah menyiapkan massa untuk aksi unjuk rasa,” tandasnya. (za/bil)
Editor : Ina Herdiyana