News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Dua Kader Adu Kuat Menuju Kursi Ketua, Golkar Perlu Nakhoda Siap Kerja

Ina Herdiyana • Kamis, 15 Januari 2026 | 00:21 WIB
TEKAD KUAT: Djohan Susanto (tiga dari kiri) menyerahkan berkas bakal calon ketua ke kantor DPD Golkar Pamekasan, Senin (12/1).
TEKAD KUAT: Djohan Susanto (tiga dari kiri) menyerahkan berkas bakal calon ketua ke kantor DPD Golkar Pamekasan, Senin (12/1).

RadarBangkalan.id – Perebutan kursi ketua DPD Partai Golkar Pamekasan dalam Musda XI mengerucut pada dua nama.

Mereka adalah Djohan Susanto dan Imam Syafii Yahya. Keduanya resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua.

Djohan Susanto menjadi pendaftar pertama. Dia menyerahkan berkas pencalonan ke kantor DPD Golkar Pamekasan Senin (12/1).

Tak berselang lama, Imam Syafii Yahya menyusul mendaftarkan diri pada hari yang sama.

Ketua DPD Golkar Pamekasan Rize Ikhwan Muttaqin menegaskan, pendaftaran bakal calon ketua hanya dibuka selama satu hari.

Setelah itu, tahapan dilanjutkan dengan proses verifikasi administrasi dan dukungan. Bakal calon yang lolos verifikasi berhak menjadi calon ketua dalam Musda XI.

Pria yang karib disapa Wawan itu menambahkan, panitia musda sudah siap bekerja. Steering committee (SC) dan organizing committee (OC) telah dibentuk.

Dia berharap, kontestasi berjalan lancar tanpa memicu perpecahan di internal partai. Menurut Wawan, calon ketua harus berorientasi pada kerja-kerja besar partai.

”Targetnya adalah membesarkan nama Golkar, menambah kursi legislatif, bahkan memenangkan pemilu mendatang. Golkar butuh pemimpin yang konkret bekerja,” tegasnya.

Sementara itu, Djohan Susanto memantapkan niat maju sebagai bakal calon ketua atas dorongan sejumlah pihak.

Dia mengaku siap berjuang dan mengabdikan diri untuk membesarkan partai. Djohan juga meminta doa dan dukungan agar cita-cita itu bisa terwujud.

Baca Juga: Waspadai Begal! Polisi Buru 2 Pelaku, Satu Pelaku Lain Belum Bisa Dimintai Keterangan

Dia mengeklaim telah mengantongi dukungan melebihi ambang batas yang dipersyaratkan. Modal tersebut diyakininya cukup untuk melangkah ke tahap penetapan calon ketua.

”Saya maju dengan tekad dan komitmen membesarkan partai,” katanya.

Imam Syafii Yahya menyatakan keikutsertaannya sebagai bakal calon ketua dilandasi semangat pengabdian.

Menurut dia, setiap kader memiliki kewajiban moral untuk ikut membesarkan Partai Golkar, bukan sekadar menjadi penonton dalam proses suksesi.

Dia mengaku telah mengantongi dukungan yang cukup untuk maju. Dengan modal tersebut, Imam optimistis mampu bersaing sehat dalam Musda XI.

”Sesuai dukungan yang saya kantongi, saya optimistis terpilih jadi ketua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua SC Musda XI Syaiful Anam menegaskan bahwa seluruh bakal calon wajib memenuhi persyaratan administratif secara lengkap. Kelengkapan dokumen menjadi pintu awal untuk bisa lolos ke tahap berikutnya.

Selain itu, Syaiful menekankan pentingnya dukungan minimal 30 persen dari pemegang hak suara.

Dia juga menegaskan bakal calon harus bersedia meluangkan waktu dan mampu bekerja secara kolektif. ”Golkar ini organisasi. Tidak bisa dijalankan sendiri,” tandasnya. (afg/han)

Editor : Ina Herdiyana
#golkar #nakhoda #siap kerja #Adu Kuat #kursi ketua #kader