News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Geger Dugaan Siswa Fiktif Terima MBG di Sampang, Amure Desak Kasus Segera Diusut

Ubaidillah • Kamis, 22 Januari 2026 | 07:08 WIB
Dugaan Pinjam Siswa dan Data Fiktif, DPR Soroti Penyaluran Makan Bergizi Gratis
Dugaan Pinjam Siswa dan Data Fiktif, DPR Soroti Penyaluran Makan Bergizi Gratis

RadarBangkalan.id - Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly atau yang akrab disapa Amure, mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) segera mengusut dugaan praktik saling pinjam siswa serta keberadaan siswa fiktif di salah satu sekolah dasar negeri di Kabupaten Sampang, Madura.

Baca Juga: Potret Lamaran El Rumi dan Syifa Hadju, Romantis dan Dihadiri Dua Keluarga Besar

Sekolah yang dimaksud adalah SDN 1 Batuporo Timur yang beralamat di Dusun Pandiyan, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung.

Dugaan ini mencuat setelah beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan proses distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut, meskipun disebutkan tidak ada aktivitas siswa di lokasi. Video itu direkam oleh seorang warga setempat bernama Zainuddin.

Baca Juga: Viral WNI Jadi Tentara AS, TB Hasanuddin Tegaskan Gabung Militer Asing Langgar Undang-Undang

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Jika benar sebuah sekolah menerima program negara tanpa keberadaan siswa yang nyata, maka ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan bisa menjadi pelanggaran serius dalam dunia pendidikan, wajib diusut,” tegas Amure, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga: Viral Syifa WNI Jadi Tentara AS, Ini Gaji dan Statusnya di Army National Guard

Pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai praktik saling pinjam siswa atau pencatatan siswa fiktif berpotensi merugikan negara dan mencederai tujuan utama program pendidikan serta pemenuhan gizi anak.

“Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk kepentingan peserta didik. Kalau siswanya tidak ada, lalu untuk siapa anggaran itu disalurkan? Ini harus diusut secara transparan dan tuntas,” ujarnya.

Amure menegaskan, apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam pencatatan siswa fiktif, maka perkara tersebut dapat masuk ke ranah pidana.

Baca Juga: Sosok Farida Nurhan, YouTuber Kuliner yang Sukses Raup Miliaran Rupiah

“Saya mendesak Kemendikdasmen tidak menutup mata. Lakukan audit menyeluruh, libatkan aparat pengawas internal, dan jika perlu serahkan kepada aparat penegak hukum. Dunia pendidikan tidak boleh dicemari praktik manipulatif,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah video penyaluran MBG berdurasi 3 menit 38 detik viral di media sosial. Video itu menyebut sebuah sekolah dasar menerima jatah MBG meskipun tidak memiliki siswa aktif.

Baca Juga: Fajar/Fikri Tantang Leo/Bagas di 16 Besar Indonesia Masters 2026

Dalam rekaman tersebut, Zainuddin menyebut SDN 1 Batuporo Timur menerima bantuan MBG sebanyak 63 porsi setiap hari, tetapi tidak ada aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Baca Juga: Janice Tjen Ukir Sejarah di Australian Open 2026, Singkirkan Unggulan Leylah Fernandez

“Di sini ada lembaga sekolah SDN 1 Batuporo Timur, di mana setiap harinya mendapatkan bantuan MBG sebanyak 63 porsi.

Namun di lembaga SDN 1 Batuporo Timur ini tidak pernah ada aktivitas belajar mengajar karena di sekolah ini tidak ada siswa dan siswi yang aktif bersekolah,” kata Zainuddin dalam video tersebut, dikutip Rabu (21/1/2026).

Baca Juga: Tertipu Rp30 Juta demi Masuk Batik Air, Khairun Nisa Berujung Jadi Pramugari Gadungan

Editor : Ubaidillah
#Siswa Fiktif Terima MBG #Mbg #program Makan Bergizi Gratis #SDN 1 Batuporo Timur