RadarBangkalan.id - Sebuah video yang menampilkan kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batoporo Timur 1, Dusun Pandian, Desa Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, viral di media sosial.
Baca Juga: Geger Dugaan Siswa Fiktif Terima MBG di Sampang, Amure Desak Kasus Segera Diusut
Dalam video tersebut, suasana sekolah tampak lengang tanpa murid dan tanpa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Yang terlihat hanya satu orang guru duduk santai di teras sekolah, dua orang menikmati lagu dangdut, serta satu guru lainnya sedang membuat kopi.
Baca Juga: Potret Lamaran El Rumi dan Syifa Hadju, Romantis dan Dihadiri Dua Keluarga Besar
Perekam video menyebut tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut meskipun menerima bantuan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tidak ada yang namanya aktivitas belajar mengajar, tidak ada satu siswapun tapi mendapatkan bantuan MBG. Yang ada tempat kopi dan dangdutan.
Setiap hari aktivitasnya seperti ini. Kami harap Disdik Sampang dan pengawas Kecamatan Kedungdung segera turun dan mengevaluasi SDN Batoporo Timur 1,” ucap pria dalam video tersebut.
Baca Juga: Viral Syifa WNI Jadi Tentara AS, Ini Gaji dan Statusnya di Army National Guard
Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kebenaran dugaan manipulasi data siswa dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pelaksana Tugas Kepala Disdik Sampang, Nor Alam, melalui Kepala Bidang SD, Moh. Yusuf, mengatakan bahwa berdasarkan data Dapodik, sekolah tersebut tercatat memiliki siswa.
Baca Juga: Viral WNI Jadi Tentara AS, TB Hasanuddin Tegaskan Gabung Militer Asing Langgar Undang-Undang
Namun saat tim turun ke lapangan, tidak ditemukan satu pun siswa dan tidak ada kegiatan KBM.
“Saya sampai di lokasi sekitar pukul 07.30 WIB. Saya menemui empat orang guru dan Plt kepala sekolah. Teman-teman guru di sana memang seperti itu kesehariannya. Kecuali hari Jumat, siswa masuk sekolah,” terang Yusuf, Rabu (20/1/2026).
Menurut Yusuf, data Dapodik dihimpun berdasarkan Kartu Keluarga yang diserahkan orang tua siswa ke sekolah. Saat ini, pihaknya masih mendalami kesesuaian data tersebut dengan kondisi riil di lapangan.
Baca Juga: Sosok Farida Nurhan, YouTuber Kuliner yang Sukses Raup Miliaran Rupiah
“Fakta di lapangan masih kami dalami. Hari ini para guru dan Plt kepala sekolah kami panggil. Kami akan memverifikasi semuanya,” tegasnya.
Disdik Sampang juga melakukan pengecekan silang terhadap data yang diduga berpotensi ganda dengan sekolah lain.
Baca Juga: Janice Tjen Ukir Sejarah di Australian Open 2026, Singkirkan Unggulan Leylah Fernandez
Meski terdapat dokumentasi foto aktivitas KBM, pihaknya tetap akan memastikan keabsahan data dan keberadaan siswa yang tercatat di Dapodik.
Terkait sanksi, Yusuf menyatakan pihaknya belum bisa mengambil langkah sebelum proses verifikasi selesai.
“Masalah sanksi nanti setelah ditemukan fakta. Kami tidak ingin salah memberi penghakiman kepada pihak yang belum tentu bersalah,” ujarnya.
Baca Juga: BPOM Temukan 26 Produk Kosmetik Berbahaya, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon
Berdasarkan data Dapodik Kemendikdasmen, SDN Batoporo Timur 1 tercatat memiliki tujuh orang guru dan tenaga pendidik serta 33 peserta didik.
Editor : Ubaidillah