News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Serapan Tenaga Kerja Meningkat, Disperinaker Akui Lapangan Kerja di Bangkalan Masih Terbatas

Ina Herdiyana • Kamis, 22 Januari 2026 | 10:59 WIB
FOKUS: Pekerja Swalayan Putri Mart, Jalan RE Martadinata, Bangkalan, tengah mengecek stok barang pada Rabu (21/1). 
FOKUS: Pekerja Swalayan Putri Mart, Jalan RE Martadinata, Bangkalan, tengah mengecek stok barang pada Rabu (21/1). 

RadarBangkalan.id – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan mengeklaim penyerapan tenaga kerja di Kota Salak meningkat.

Klaim tersebut merujuk pada rekapitulasi data ketenagakerjaan tahun 2025 yang menunjukkan kenaikan jumlah tenaga kerja terserap dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2024, jumlah tenaga kerja yang terserap tercatat sebanyak 799 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 1.220 orang pada 2025.

Kepala Disperinaker Bangkalan Jemmi Tria Sukmana mengatakan, peningkatan penyerapan tenaga kerja terjadi, baik untuk penempatan di dalam negeri maupun luar negeri.

Namun, serapan terbesar masih didominasi penempatan di dalam negeri. ”Penyerapan tenaga kerja pada 2025 meningkat, terutama untuk pencari kerja yang ditempatkan di dalam negeri,” terangnya.

Jemmi tidak menampik bahwa ketersediaan lapangan pekerjaan di Bangkalan masih terbatas.

Meski demikian, menurut dia, peluang kerja tetap terbuka lebar bagi pencari kerja di luar daerah, seperti Surabaya.

Untuk mempermudah akses, disperinaker telah menyediakan layanan berbasis digital.

”Bekerja tidak harus di Bangkalan. Masyarakat bisa mengakses lowongan pekerjaan melalui layanan digital yang kami sediakan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sektor industri di Bangkalan seperti galangan kapal masih relatif terbatas dan membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian khusus.

Untuk itu, disperinaker berupaya memfasilitasi pelatihan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Baca Juga: Keluarga Korban Dugaan Pencabulan Laporkan Ponpes Nurul Karomah ke Kemenag Bangkalan, Desak Cabut Izin Operasional

”Namun, penyaluran tenaga kerja terbanyak saat ini ke sektor ritel modern, restoran, dan kafe, terutama di Surabaya,” katanya.

Melalui sistem digitalisasi, pencari kerja dapat terhubung dengan berbagai aplikasi pencarian kerja.

Bahkan, melalui aplikasi Siap Kerja, masyarakat juga bisa mendaftar program pelatihan. Kendati demikian, Jemmi mengakui bahwa serapan tenaga kerja di berbagai sektor industri di Bangkalan masih terbatas.

”Akses penyerapan tenaga kerja kini lebih mudah karena terhubung dengan aplikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Hotib Marzuki menilai Pemkab Bangkalan perlu terus melakukan improvisasi dan optimalisasi balai latihan kerja (BLK).

Menurut dia, peningkatan kualitas pelatihan penting agar lulusan BLK sesuai dengan kebutuhan industri.

”Dalam beberapa tahun terakhir, saya optimistis para pencari kerja Bangkalan mampu bersaing dengan pencari kerja dari daerah lain,” ujarnya.

Selain itu, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut juga meminta bupati Bangkalan membuka ruang seluas-luasnya bagi investor.

Dia menilai, tanpa masuknya investasi baru, peningkatan lapangan kerja akan sulit terealisasi.

”Tidak cukup hanya mengandalkan perusahaan lokal. Bupati harus menggandeng investor agar mau masuk ke Bangkalan,” pintanya. (za/han)

Editor : Ina Herdiyana
#lapangan kerja #serapan tenaga kerja #Disperinaker Bangkalan #terbatas #naik #meningkat