RadarBangkalan.id - Kenaikan debit Sungai Cisadane membuat sirene peringatan di Pintu Air 10 Tangerang dibunyikan pada Jumat, 23 Januari 2026.
Bunyi sirene tersebut sempat membuat panik warga yang tinggal di sekitar kawasan Mekarsari dan Neglasari, Kota Tangerang.
Kepanikan warga terlihat dari sejumlah video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, aliran Sungai Cisadane tampak meninggi dengan arus cukup deras.
Baca Juga: Warga Tangerang Panik, Sirine Pintu Air Neglasari Tanda Sungai Cisadane Naik
Air disebut berasal dari wilayah hulu di Bogor, Jawa Barat, yang sejak dini hari diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Status Siaga 3 Sesuai SOP
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa bunyi sirene merupakan bagian dari sistem peringatan dini sesuai standar operasional prosedur.
Baca Juga: Zul Zivilia Bersyukur Istri Tetap Setia Menanti Selama Jalani Vonis 18 Tahun
Menurut Mahdiar, berdasarkan laporan petugas di Pintu Air 10, ketinggian muka air Sungai Cisadane telah memasuki status Siaga 3.
Dalam kondisi tersebut, petugas wajib membunyikan sirene agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
“Memang SOP-nya seperti itu. Jika debit air naik dan masuk Siaga 3, sirene harus dibunyikan. Kalau nanti air kembali naik dan masuk Siaga 2, sirene akan dibunyikan lagi,” ujar Mahdiar.
Baca Juga: Xiaomi Resmi Rilis Redmi Note 15 Series di Indonesia, Hadirkan 4 Model Tangguh
Warga Diminta Tetap Tenang
Meski sirene dibunyikan, BPBD Kota Tangerang meminta masyarakat tidak panik. Mahdiar menegaskan bunyi sirene bukan berarti banjir telah terjadi, melainkan peringatan agar warga lebih siap menghadapi kemungkinan kenaikan air.
Ia menjelaskan status Siaga 3 masih berada di bawah dua level lainnya, yakni Siaga 2 dan Siaga 1. Pada level tersebut, potensi banjir di wilayah Kota Tangerang akan jauh lebih besar.
Baca Juga: Demo Berdarah Iran: Pemerintah Klaim 3.117 Tewas, LSM Sebut Bisa Capai 25 Ribu
“Siaga 3 bukan yang paling tinggi. Masih ada Siaga 2 dan Siaga 1 sebagai level tertinggi,” katanya.
Antisipasi Kiriman Air dari Hulu
BPBD Kota Tangerang terus memantau debit Sungai Cisadane, terutama akibat tingginya curah hujan di wilayah Bogor dan sekitarnya. Kiriman air dari hulu berpotensi meningkatkan ketinggian sungai di wilayah hilir.
Baca Juga: BPOM Temukan 26 Produk Kosmetik Berbahaya, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon
Mahdiar mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Cisadane untuk tetap waspada, mengamankan barang-barang berharga, serta mengikuti arahan petugas jika status siaga kembali meningkat.
Masyarakat juga diminta memantau informasi resmi dari BPBD dan instansi terkait agar tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
BPBD memastikan koordinasi dengan petugas pintu air dan instansi terkait terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak terburuk akibat kenaikan debit Sungai Cisadane.
Baca Juga: Viral Syifa WNI Jadi Tentara AS, Ini Gaji dan Statusnya di Army National Guard
Editor : Ubaidillah