RadarBangkalan.id – Satpol PP dan Damkar Pamekasan mengeklaim rutin melakukan razia tempat hiburan.
Namun, penegak perda tersebut tak pernah menemukan pelanggaran. Belakangan mencuat kabar jika razia itu diduga bocor.
Sumber RadarBangkalan.id menyebut pihak pengelola hiburan atau penginapan lebih dulu siaga setiap ada razia.
Sebab, informasi razia tersebut sudah sampai ke telinga mereka sebelum petugas turun ke lapangan.
”Sudah ada info (sebelumnya, Red). Wajar kalau saat operasi berlangsung tidak ditemukan hal-hal yang dicari. Itu (razia) bisa jadi hanya formalitas saja,” tukas pria berkacamata itu.
Kabid Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) Satpol PP dan Damkar Pamekasan M. Hasanurrahman tak menampik jika informasi razia tersebut bocor. Penyebaran kabar razia dinilai sulit dikendalikan sepenuhnya.
Hasanurrahman memastikan internal petugas steril dari praktik membocorkan informasi operasi kepada pengelola tempat hiburan. Menurut dia, disiplin personel menjadi perhatian utama.
Pria yang karib disapa Ainur itu menyatakan, Satpol PP dan Damkar Pamekasan memiliki program penertiban rutin sepanjang tahun. Pihakya bisa melakukan razia minimal dua kali dalam sepekan.
Hingga Rabu (28/1), dia mengeklaim sudah menggelar razia empat kali. Namun, hasilnya nihil temuan pelanggaran. ”(Tempat hiburan, Red) buka, tetapi tidak ada aktivitas,” tukasnya.
Sebelumnya, tim gabungan melakukan razia tempat hiburan di Kabupaten Pamekasan Sabtu (24/1) malam.
Enam lokasi menjadi sasaran operasi. Yakni Kafe Bintang, Mahera, King One, Moga Jaya, Merpati Putih, dan Hotel Putri.
Razia dipimpin langsung Wakapolres Pamekasan Kompol Hendry Soelistiawan bersama Kabagops Kompol Sahrawi dan diikuti puluhan personel. Sayangnya, aparat tidak menemukan pelanggaran di enam lokasi razia tersebut. (afg/bil)
Editor : Ina Herdiyana