News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kronologi Keracunan Massal Siswa SMAN 2 Kudus Diduga dari Menu MBG, 118 Dirawat di 7 Rumah Sakit

Ubaidillah • Minggu, 1 Februari 2026 | 07:20 WIB
Foto : Siswa Negeri 2 Kudus yang dirawat di rumah sakit usai keracunan makanan bergizi gratis /Instagram/
Foto : Siswa Negeri 2 Kudus yang dirawat di rumah sakit usai keracunan makanan bergizi gratis /Instagram/

RadarBangkalan.id - Ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, mengalami keracunan massal yang diduga dipicu konsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (29/1/2026).

Kejadian tersebut membuat aktivitas belajar mengajar berubah menjadi penanganan darurat, dengan puluhan ambulans dikerahkan ke lingkungan sekolah untuk mengevakuasi korban.

Baca Juga: 118 Siswa SMAN 2 Kudus Dirawat Diduga Keracunan MBG, Total Keluhan Capai 600 Orang

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengonfirmasi sebanyak 118 siswa harus menjalani perawatan medis dan dirujuk ke tujuh rumah sakit berbeda.

Beberapa rumah sakit yang menangani korban antara lain RSUD dr. Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, serta RS Sarkies Aisyiyah. Para siswa umumnya mengalami keluhan seperti mual, pusing, muntah, hingga diare.

Baca Juga: Suderajat Penjual Es Gabus Disemprot Dedi Mulyadi, Ngaku Susah Padahal Kantongi Rp 100 Juta

Pihak sekolah menyebut jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan jauh lebih besar dari angka yang dirawat.

Diperkirakan sekitar 600 siswa merasakan gejala serupa, meski sebagian hanya menjalani perawatan ringan dan observasi.

Sejumlah guru yang ikut menyantap makanan MBG juga dilaporkan mengalami gejala yang sama.

Ayam Soto Dikeluhkan Asem dan Berbau Aneh

Keracunan diduga berasal dari menu MBG yang dibagikan pada Rabu (28/1/2026). Saat itu, makanan yang dibagikan berupa nasi, soto ayam suwir, tempe, dan taoge. Beberapa siswa mengeluhkan aroma dan rasa ayam yang dianggap tidak normal.

Baca Juga: Rating Pemain Elche vs Barcelona: Lamine Yamal Sempurna, Rashford Cetak Gol Penutup

“Ayamnya asem dan baunya aneh seperti sudah basi,” ujar salah satu siswa yang dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Barang Bukti Kasus Kematian Lula Lahfah: Obat, Vape, Liquid hingga Tabung Whip Pink

SPPG Purwosari Minta Maaf dan Siap Tanggung Biaya Pengobatan

Vendor penyedia makanan, SPPG Purwosari, menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak penyedia.

Proses evakuasi sempat diwarnai insiden ketika sebuah ambulans terjebak lumpur di lapangan sekolah akibat kondisi becek.

Baca Juga: IHSG Anjlok Dua Hari Beruntun, Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri

Puluhan siswa dilaporkan bergotong royong mendorong ambulans tersebut agar dapat kembali bergerak, di tengah situasi panik karena banyaknya korban yang pingsan dan muntah.

Pemkab Kudus Pastikan Biaya Ditanggung UHC, MBG Dievaluasi

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan seluruh biaya perawatan korban ditanggung pemerintah melalui skema Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan.

Sementara itu, sampel makanan dan feses korban telah dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan toksikologi.

Baca Juga: Heboh Isu Spons Bedak, Polisi Tegaskan Es Gabus Viral di Jakpus Aman untuk Dikonsumsi

Pemerintah daerah juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang.

Editor : Ubaidillah
#viral #keracunan #keracunan mbg #Mbg #makanan bergizi gratis #keracunan massal #keracunan mbg kudus