RadarBangkalan.id - Pengurus Kabupaten (Pengkab) Kickboxing Indonesia (KBI) Bangkalan menjadi bagian dalam aksi penandatanganan petisi mosi tidak percaya terhadap kepengurusan KBI Jatim.
Bahkan, sejumlah pengkab/pengkot KBI melakukan rapat di kantor KONI Jawa Timur pada Senin (3/2).
Ketua Pengkab KBI Bangkalan Dasuki Rahmad mengatakan, pihaknya telah mengadakan rapat dengan Pengprov KBI Jatim yang difasilitasi oleh KONI Jatim.
Kata Dasuki, para pihak diminta untuk menahan diri agar konflik yang terjadi di internal KBI Jatim tidak melebar ke mana-mana.
"Tujuan utama itu untuk pengembangan atlet, KONI Jatim minta dilakukan rekonsiliasi," katanya.
Untuk melaju ke tahap rekonsiliasi, lanjut dia, KONI Jatim sudah minta agar Pengprov KBI Jatim mencabut sanksi pembekuan maupun sanksi peringatan satu.
"Kemudian, minta panitia musyawarah provinsi (Musprov) dibubarkan dan dibuatkan susunan kepanitiaan musprov baru dengan komposisi yang seimbang," imbuhnya.
Dia menjelaskan, Pengkab KBI Bangkalan membuat petisi mosi tidak percaya yang ditandatangani oleh sejumlah pengkab/pengkot KBI se-Jatim.
Selain itu, mendesak agar Ketua Pengprov Jatim Wira Prastya Catur mengundurkan diri, dan tidak mencalonkan diri kembali.
"Selain diduga menyalahgunakan wewenang di KBI Jatim, yang bersangkutan juga terlibat kasus hukum," ucapnya.
Dasuki juga minta agar Pengprov KBI Jatim secepatnya menggelar musorprov luar biasa dalam waktu dekat. "Harus segera menggelar musorprov luar biasa," tandasnya. (za/yan)
Editor : Ina Herdiyana