News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pencak Silat Jadi Sarana Pendidikan Karakter, DPR RI Berpesan Pesilat Membela Orang Lemah

Ina Herdiyana • Senin, 16 Februari 2026 | 15:32 WIB
SPORTIF: Anggota DPR RI Ansari memberikan arahan dalam pelantikan pengurus PS Cobra di area Arek Lancor Pamekasan, Minggu (15/2). 
SPORTIF: Anggota DPR RI Ansari memberikan arahan dalam pelantikan pengurus PS Cobra di area Arek Lancor Pamekasan, Minggu (15/2). 

RadarBangkalan.id – Perguruan Persatuan Silat (PS) Cobra berkomitmen membentuk atlet yang tidak hanya tangguh di arena pertandingan. Tetapi, juga menjunjung tinggi sportivitas dan nilai persaudaraan.

Perguruan silat yang lahir di Pamekasan itu ingin menghilangkan stigma negatif tentang Pulau Garam.

Yakni, menunjukkan pesilat Madura berkarakter kuat dan cinta damai. Tekad tersebut disampaikan Ketua Umum PS Cobra Mohammad Simbang Minggu (15/2).

Organisasinya telah memiliki 95 ranting yang tersebar di seluruh Indonesia. Perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa PS Cobra terus tumbuh dan dipercaya masyarakat lintas daerah.

Maka, pesilat di perguruannya harus mampu menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dalam situasi apa pun.

”Sikap sportif menjadi harga mati bagi seluruh anggota. Kami tidak akan bertindak jika kami tidak disakiti,” tegas Simbang.

Dia menambahkan, pencak silat bukan sekadar soal jurus dan kekuatan fisik. Tetapi, juga memiliki muatan pendidikan karakter yang menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan solidaritas antar sesama.

Dukungan terhadap penguatan karakter itu juga disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI Ansari.

Dia mengaku bangga dengan PS Cobra yang berdiri sejak 1977 di Pamekasan dan telah berkembang luas hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

”Saya cukup berbangga, karena PS Cobra ini, menurut referensi yang saya baca, berdirinya tahun 1977 di Pamekasan. Kita sebagai anak Madura, khususnya Pamekasan, tentu sangat bangga karena organisasi ini lahir dari bumi Madura,” ujarnya.

Ansari mengingatkan, tantangan generasi muda saat ini bukan lagi pertarungan fisik, melainkan pertarungan karakter di tengah arus globalisasi. Karena itu, pesilat harus memperkuat mental dan pendidikan.

”Sekarang kita tidak lagi berjuang dengan pedang. Kita berperang dengan pendidikan dan memperkuat mental menghadapi globalisasi. Sebab, yang diserang saat ini adalah karakter kita,” tegasnya.

Politikus PDI Perjuangan itu berpesan agar jurus yang dimiliki tidak digunakan untuk menantang, melainkan untuk membela diri dan membantu yang lemah.

Ansari berpesan, nilai-nilai sportivitas harus tetap dijunjung tinggi. (afg/jup)

 

Editor : Ina Herdiyana
#Sarana #dpr ri #pencak silat #membela #orang lemah #pendidikan karakter