News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Jajanan dan Makanan di Bazar Takjil Ramadan Aman Dikonsumsi, Hasil Uji Sampling BPOM Surabaya Tak Ditemukan Satu pun Bahan Berbahaya

Ina Herdiyana • Kamis, 26 Februari 2026 | 11:01 WIB

Tim BBPOM Surabaya bersama DPKP Jatim didampingi DPKP Bangkalan mengecek zat berbahaya pada makanan di stan Bazar Takjil Bangkalan.
Tim BBPOM Surabaya bersama DPKP Jatim didampingi DPKP Bangkalan mengecek zat berbahaya pada makanan di stan Bazar Takjil Bangkalan.

RadarBangkalan.id – Kabar menggembirakan bagi masyarakat yang berburu menu berbuka puasa. Jajanan dan makanan di Bazar Takjil Ramadan Kabupaten Bangkalan dipastikan aman dikonsumsi.

Hasil uji sampling yang dilakukan tim BPOM Surabaya tidak menemukan satu pun kandungan zat berbahaya pada makanan yang dijual di dalam area bazar.

Uji sampling tersebut dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, didampingi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangkalan serta sejumlah instansi terkait.

Dari 23 sampel makanan dan minuman yang diuji di laboratorium, seluruhnya dinyatakan aman. Tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, maupun pewarna tekstil.

Kepala BPOM Surabaya Yudi Noviandi menegaskan, pengujian dilakukan untuk memberikan jaminan keamanan pangan kepada masyarakat selama Ramadan.

”Uji sampel ini kami lakukan untuk memastikan makanan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat. Lokasi bazar takjil menjadi target karena merupakan sentra jajanan yang banyak dibeli dan dikonsumsi warga,” ujarnya.

Meski hasil di dalam bazar dinyatakan aman, petugas menemukan adanya makanan yang mengandung zat berbahaya di luar lokasi bazar.

Temuan tersebut berupa kandungan boraks pada kerupuk puli yang dijual di pinggiran area bazar serta pada ikan asin yang sampelnya diambil dari pasar tradisional di Bangkalan.

”Ada dua jenis makanan yang terindikasi mengandung zat berbahaya, yaitu kerupuk puli dan ikan asin. Namun, dua jenis makanan itu tidak dijual di dalam lokasi bazar takjil, melainkan di pinggiran,” kata Yudi.

Atas temuan itu, BPOM merekomendasikan Pemerintah Kabupaten Bangkalan melakukan pembinaan kepada pedagang agar tidak menggunakan bahan berbahaya dalam produk pangan.

Bupati Lukman Hakim yang turut mendampingi kegiatan tersebut memastikan pemkab akan segera menindaklanjuti rekomendasi itu melalui pembinaan dan edukasi kepada masyarakat serta pelaku usaha makanan.

Baca Juga: Anggaran Turun Tajam, Perlindungan 28 Ribu Pekerja Rentan Kini Tinggal 4.084 Orang

”Kami akan menindaklanjuti temuan ini dengan memberikan pembinaan kepada masyarakat, khususnya pedagang yang masih menggunakan bahan berbahaya pada makanan,” tegasnya.

Kegiatan uji sampling tersebut juga melibatkan Dinas Kesehatan Bangkalan, Plt Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangkalan, serta Kabid Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.

Pemkab berharap, pengawasan intensif ini membuat masyarakat semakin tenang saat membeli jajanan berbuka puasa di bazar takjil selama Ramadan. (*)

Editor : Ina Herdiyana
#bpom surabaya #Zat #aman dikonsumsi #bahan berbahaya #Bazar Takjil Ramadan #jajanan #makanan #hasil uji sampling