RadarBangkalan.id – Bazar takjil Ramadan yang digelar Jawa Pos Radar Madura (JPRM) bersama Pemkab Bangkalan tak hanya dipenuhi jajanan kekinian dan makanan berat.
Di antara deretan lapak, menu sehat berbasis kukusan mulai mencuri perhatian sebagai alternatif berbuka puasa yang lebih ringan dan alami.
Salah satunya ditawarkan Saniman, pendatang baru yang berani menghadirkan konsep berbeda.
Dia menjajakan aneka kukusan umbi-umbian dan kacang-kacangan yang kini mulai jarang ditemui di tengah gempuran makanan instan.
Menurut Saniman, ide tersebut muncul dari kebiasaan masyarakat yang cenderung mengonsumsi menu beragam saat berbuka.
Padahal, pilihan makanan sehat tetap dibutuhkan untuk menjaga kebugaran tubuh selama Ramadan.
"Kadang orang bosan makan nasi atau menu yang itu-itu saja. Saya coba hadirkan kukusan sebagai alternatif yang lebih sehat,” ujarnya.
Menu yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari labu, pisang, kentang, jagung, telur, hingga tela ungu dan tela madu.
Tak ketinggalan, aneka kacang-kacangan juga menjadi pelengkap. Semua disajikan sederhana tanpa tambahan berlebihan sehingga tetap mempertahankan cita rasa alami.
Dari sisi harga, menu ini tergolong ramah di kantong. Dengan Rp 5 ribu, pembeli sudah bisa mendapatkan tiga jenis kukusan dan bahkan dapat memilih sesuai selera.
"Senilai Rp 5 ribu sudah dapat tiga macam, pembeli juga bisa request,” katanya.
Meski demikian, pada hari pertama dan kedua Ramadan, minat pembeli masih belum terlalu tinggi.
Saniman memaklumi kondisi tersebut karena masyarakat cenderung berburu menu umum untuk berbuka puasa di awal Ramadan.
Selain itu, belum banyak pengunjung yang mengetahui keberadaan lapaknya di area bazar.
Namun, dia optimistis seiring berjalannya waktu, menu sehat yang ditawarkannya akan mulai diminati.
"Saya maklumi, biasanya awal puasa orang cari yang umum dulu,” tuturnya. (za/han)
Editor : Ina Herdiyana