News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Rosidah Bantah Dugaan Pengadaan Buku dan Pemeliharaan Fiktif di SDN Durin Timur 1

Ina Herdiyana • Senin, 16 Maret 2026 | 13:25 WIB
MENUMPUK: Kumpulan buku paket tersusun di meja SDN Durin Timur 1.
MENUMPUK: Kumpulan buku paket tersusun di meja SDN Durin Timur 1.

BANGKALAN – Kepala SDN Durin Timur 1 Rosidah akhirnya angkat bicara terkait dugaan pengadaan buku fiktif yang mencuat di sekolah yang dipimpinnya.

Dia membantah keras tudingan bahwa selama ini pihak sekolah tidak pernah membelikan buku pegangan untuk siswa.

Menurut Rosidah, pengadaan buku paket selama ini tetap dilakukan sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Video Netanyahu Disebut AI, Benarkah PM Israel Sudah Meninggal?

Dia menilai munculnya pengakuan sejumlah siswa yang menyebut tidak pernah menerima buku paket kemungkinan karena kesalahpahaman.

“Buku itu ada semua. Selama ini buku paket memang tidak dibawa pulang oleh siswa, tapi digunakan saat proses belajar di kelas. Setelah dipakai, buku tersebut disimpan kembali di sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dia menduga, sebagian siswa tidak memahami istilah buku paket yang dimaksud. Karena itu, ketika ditanya, mereka mengaku tidak pernah menerima buku tersebut.

“Mungkin siswa tidak tahu dengan istilah buku paket. Padahal buku itu ada dan dipakai saat pembelajaran di kelas,” jelasnya.

Baca Juga: Heboh Video Maureen Worth 6 Menit di TikTok dan X, Ini Klarifikasi dan Faktanya

Rosidah menegaskan, jika diperlukan pihak sekolah siap menunjukkan bukti pengadaan buku yang selama ini dilakukan melalui anggaran yang tersedia.

“Itu ada semua bukunya, dan kami bisa tunjukkan bukti-bukti pembelian selama ini,” tegasnya.

Tak hanya soal buku paket, Rosidah juga menepis tudingan terkait dugaan pemeliharaan fisik sekolah yang disebut-sebut tidak pernah dilakukan.

Menurut dia, pihak sekolah rutin melakukan perawatan terhadap bangunan maupun fasilitas sekolah.

Baca Juga: Video Pidato Netanyahu Viral, Publik Curiga Deepfake di Tengah Perang Iran-Israel

Namun, dia mengakui terdapat satu bangunan yang saat ini memang dalam kondisi rusak berat, yakni gedung perpustakaan.

Kerusakan itu disebut bukan karena tidak pernah dirawat, melainkan karena kondisi konstruksi bangunan yang sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki.

“Bangunan perpustakaan itu memang sudah miring. Secara konstruksi sudah tidak bisa diperbaiki lagi,” tuturnya.

Dia menjelaskan, kondisi bangunan yang sudah rusak berat membuat upaya perbaikan dinilai tidak lagi efektif.

Baca Juga: Persija Jakarta vs Dewa United 1-1: Gol Maxwell Souza Dibalas Alexis Messidoro

Bahkan jika dipaksakan, dikhawatirkan justru dapat membahayakan keselamatan.

“Daripada berbahaya bagi siswa dan guru, akhirnya bangunan itu dibiarkan karena memang tidak memungkinkan untuk diperbaiki,” tandasnya.

Meski demikian, Rosidah memastikan pihak sekolah tetap berkomitmen menjalankan pengelolaan sekolah secara transparan, termasuk dalam penggunaan anggaran maupun pemeliharaan fasilitas pendidikan. (gik)

Editor : Ina Herdiyana
#fiktif #pengadaan buku #Pemeliharaan #Dugaan