News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Masjid Megah Nurus Syadzili di Kampung Panitan, Bangkalan, Nama Diambil dari Tariqah As Syadziliyah

Ina Herdiyana • Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:54 WIB
KHAS TIMUR TENGAH: Interior dan relief di Masjid Nurus Syadzili mengadopsi Masjid Nabawi.
KHAS TIMUR TENGAH: Interior dan relief di Masjid Nurus Syadzili mengadopsi Masjid Nabawi.

MASJID tidak hanya menjadi tempat ibadah umat Islam, tetapi juga menjadi simbol keagungan dan identitas suatu daerah.

Hal itu tampak pada Masjid Nurus Syadzili di Kampung Panitan, Desa Longkek, Kecamatan Galis, Bangkalan.

Bangunan masjid tersebut berdiri megah di tepi jalan raya utama Madura. Arsitekturnya yang mencolok dengan detail ornamen yang khas mampu menarik perhatian para pengguna jalan maupun pengunjung.

Baca Juga: Statistik Indonesia vs St Kitts 4-0: Dominasi 70% Ball Possession Garuda

Salah satu pengurus masjid, Muwafik, mengungkapkan bahwa pembangunan Masjid Nurus Syadzili berawal dari niat mulia almarhum RKH Fakhrillah Aschal. Putra KHR Abdullah Schal Demangan itu berkeinginan mendirikan masjid yang bisa dimanfaatkan masyarakat luas.

”Awalnya beliau mencari tanah di wilayah Galis untuk membangun masjid. Tujuannya, agar bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Yang menarik, pembangunan masjid tersebut tidak melibatkan donatur tetap. Almarhum justru menolak sumbangan dari pihak tertentu agar masjid tidak dimiliki secara perorangan.

”Beliau ingin masjid ini menjadi milik bersama. Karena itu, pembangunan dilakukan melalui penggalangan dana bersama masyarakat di sekitar jalan raya,” jelasnya.

Baca Juga: Beckham Putra Bersinar! Indonesia Libas St Kitts 4-0 di GBK

Masjid Nurus Syadzili mulai dibangun sekitar tahun 2017. Awalnya, bangunan masjid berdiri tanpa halaman yang memadai.

Lahan parkir yang kini berada di sisi utara masjid baru dibeli kemudian melalui hasil musyawarah dengan pemilik tanah.

”Dulu hanya bangunan masjid saja. Halaman belum ada karena lahannya masih milik orang lain. Setelah itu dibeli sekitar Rp 250 juta untuk dijadikan area parkir,” terangnya.

Dari sisi arsitektur, desain masjid terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah. Meski tidak sepenuhnya sama, nuansa tersebut terlihat dari bentuk kubah hingga motif ornamen di bagian dalam.

Baca Juga: Timnas Indonesia Pesta Gol 4-0, Beckham Cetak Brace di Debut John Herdman

”Keinginan almarhum, masjid ini dibuat menyerupai Masjid Nabawi. Seperti motif hitam-putih pada gapura dan bentuk kubahnya,” imbuhnya.

Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan. Di antaranya zikir tawajjuh Tariqah As Syadziliyah, pembacaan kitab, serta kajian yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Nusya TV.

Nama Nurus Syadzili sendiri diambil dari Tariqah As Syadziliyah, yang juga menjadi bagian dari perjalanan spiritual almarhum RKH Fakhrillah Aschal.

”Tahun ini juga pertama kalinya masjid ini ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik oleh Kemenag Bangkalan,” pungkasnya. (c1/han)

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#Kampung Panitan #megah #Tariqah As Syadziliyah #masjid #bangkalan