MASJID Nurus Syadzili tidak hanya dikenal karena kemegahan arsitekturnya. Masjid yang berdiri di pinggir jalan raya Kecamatan Galis itu kini juga menjadi tempat persinggahan para musafir.
Pada 2026, masjid tersebut untuk pertama kalinya ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik oleh Kemenag Bangkalan.
Pengurus masjid Muwafik mengatakan bahwa penetapan tersebut disambut antusias oleh para remaja masjid (remas).
Baca Juga: Masjid Megah Nurus Syadzili di Kampung Panitan, Bangkalan, Nama Diambil dari Tariqah As Syadziliyah
”Tahun ini kali pertama dipilih sebagai Masjid Ramah Pemudik. Remaja masjid sedang menyiapkan berbagai fasilitas untuk para pengunjung,” ujarnya.
Beberapa fasilitas yang disiapkan di antaranya tempat istirahat, penyediaan air minum sederhana, bantal untuk beristirahat, hingga ruang khusus bagi ibu menyusui.
”Semua masih kami tata agar para pengunjung yang singgah bisa merasa lebih nyaman,” jelasnya.
Meski begitu, pengelola masjid mengakui bahwa pengelolaan keuangan masih menjadi tantangan. Setelah wafatnya RKH Fakhrillah Aschal, masjid tidak lagi memiliki donatur tetap.
Baca Juga: Statistik Indonesia vs St Kitts 4-0: Dominasi 70% Ball Possession Garuda
”Masjid sebesar ini membutuhkan biaya perawatan yang cukup besar. Saat ini pengelolaan keuangan masih terbatas sehingga perawatan belum maksimal,” ungkapnya.
Saat ini kebersihan dan perawatan masjid banyak dilakukan secara sukarela oleh remaja masjid dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, salah satu pengunjung masjid, Miftahil Ulum, warga Kabupaten Sampang, mengaku suasana masjid terasa sejuk dan nyaman untuk beristirahat.
Namun, dia menilai kebersihan di beberapa bagian masih perlu ditingkatkan. ”Tempatnya adem, tapi di beberapa bagian teras terlihat kotor dan berdebu. Mungkin karena berada di pinggir jalan,” ujarnya.
Baca Juga: Beckham Putra Bersinar! Indonesia Libas St Kitts 4-0 di GBK
Dia juga menyoroti kondisi kamar mandi dan tempat wudu yang menurutnya juga perlu perhatian. Dia berharap masyarakat sekitar lebih peduli terhadap kebersihan masjid.
”Masjid ini ramai pengunjung. Karena itu kebersihannya perlu lebih diperhatikan agar jemaah merasa nyaman,” pungkasnya. (c1/han)
Editor : Ina Herdiyana