News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pesantren Nurulhuda Punya Ciri Khas sebagai Pusat Kaderisasi Guru

Ina Herdiyana • Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:38 WIB
Pondok Pesantren Nurulhuda
Pondok Pesantren Nurulhuda

RadarBangkalan.id – Pesantren Nurulhuda Pakandangan, Kecamatan Bluto, terus mengukuhkan diri sebagai pusat kaderisasi guru berbasis bahasa dan tradisi keilmuan.

Sejak diresmikan pada 1991 di bawah kepemimpinan Kiai Saifurrahman Nawawi dan Kiai Sufyan Nawawi, pesantren tersebut tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga mencetak calon pendidik yang kompeten.

Orientasi tersebut menjadi pembeda dengan pesantren lain di wilayah Bluto. Pengelola pesantren menyadari bahwa keberlangsungan dakwah dan pendidikan Islam sangat ditentukan oleh kualitas tenaga pendidik. Karena itu, tradisi pedagogis ditanamkan secara sistematis kepada para santri.

Baca Juga: Dari Babat Alas, Jadi Cahaya Dakwah, Perjalanan Panjang Pesantren Nurulhuda Ubah Wajah Sosial Pakandangan

"Selain mendalami kitab kuning dan ilmu keislaman, santri dibekali berbagai keterampilan penunjang. Di antaranya, metodologi pengajaran, teknik komunikasi kelas, manajemen pembelajaran, hingga latihan retorika dakwah," kata Maufiqurrahman, alumnus sekaligus tenaga pengajar.

Penguasaan bahasa juga menjadi perhatian utama. Santri didorong aktif menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa literatur Islam, serta bahasa Inggris sebagai alat komunikasi global.

Berbagai program seperti pembiasaan percakapan, hafalan mufradat, pidato dua bahasa, hingga penulisan sederhana menjadi bagian dari kultur akademik pesantren.

Salah satu tradisi yang menjadi kebanggaan adalah kewajiban tes praktik mengajar bagi santri tingkat akhir. Ujian tersebut menjadi syarat kelulusan yang harus dilalui di hadapan guru pembimbing dan dewan penguji.

Baca Juga: Masjid Nurus Syadzili Nyaman Digunakan untuk Istirahat Musafir

Dalam praktiknya, santri dituntut menyampaikan materi secara sistematis, menggunakan metode yang tepat, serta mampu menguasai kelas.

Bahkan, mereka juga ditantang memadukan penggunaan bahasa Arab atau Inggris sesuai materi yang disampaikan.

Ujian tersebut tidak sekadar formalitas. Tapi, menjadi standar mutu untuk memastikan lulusan Pesantren Nurulhuda Pakandangan siap terjun sebagai pendidik yang kompeten, komunikatif, dan mampu bersaing di tengah masyarakat. (*/han)

Editor : Ina Herdiyana
#pakandangan #Pesantren Nurulhuda #ciri khas #kaderisasi guru #komunikatif #pendidikan #keagamaan #kompetensi kerja