RadarBangkalan.id – Rumah kemasan yang dikelola oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang sampai saat ini belum menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, bangunan yang dibangun dari dana alokasi khusus (DAK) itu belum beroperasi secara optimal.
Pejabat Fungsional Penyuluh Perindag Diskopindag Sampang, Muhammad Irwan Ferdiawan, mengatakan, rumah kemasan sampai sekarang memang belum aktif secara penuh. Sebab, sejumlah fasilitas penunjang di gedung tersebut masih belum lengkap.
"Kendalanya anggaran jadi belum lengkap. Tapi sedikit demi sedikit kami lengkapi," katanya.
Baca Juga: Pansel Tunda Pengumuman JPT Pratama, Masih Tunggu 3 Nama Terbaik dari BKN
Rumah kemasan di Jalan Kusuma Bangsa itu diperuntukkan memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengemas produk.
Dengan demikian, UMKM Kabupaten Sampang tidak kesulitan mengemas produknya. "Peralatannya belum lengkap," tambahnya.
Dia menjelaskan, anggaran proyek pembangunan rumah kemasan tersebut bersumber dari DAK pada 2020 lalu. Namun, anggaran tersebut tidak turun penuh. Pengajuan yang dilakukan Pemkab Sampang terkendala akibat pandemi Covid-19. "Sampai sekarang kami tidak dapat lagi dan
Pemkab tidak mampu memenuhi kekurangan anggarannya," jelasnya.
Baca Juga: Tak Penuhi Standar Higiene dan Limbah, 11 SPPG di Bangkalan Dibekukan
Meski demikian, Irwan menyampaikan bahwa operasional rumah kemasan terus berlanjut. "Beberapa mesin yang ada telah dimanfaatkan oleh sebagian pelaku usaha," ungkapnya.
Dia menerangkan, rumah kemasan memang dibangun untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Namun, karena terkendala kelengkapan mesin, rumah kemasan belum bisa dipungut PAD. "Kalau beroperasi iya harus sumbang PAD, sementara masih uji coba," ungkapnya.
Menurut dia, saat ini pemkab masih berupaya memenuhi kekurangan sarana prasarana rumah kemasan. "Harapannya ketika jadi, rumah kemasan ini menjadi percontohan pengemasan makanan yang steril. Jika tidak, makanan tidak akan lolos uji BPOM," pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Ina Herdiyana