News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Bamus Madura Asli Resmi Dibentuk, Ormas Bersatu Hapus Stigma dan Bakal Gaet Investor

Ina Herdiyana • Rabu, 1 April 2026 | 19:27 WIB
SOLID: Wagub Jawa Timur Emil Elestyanto Dardak menyampaikan sambutan pada acara Bamus Madas di Gedung Serbaguna Rato Ebu Bangkalan, Rabu (1/4).
SOLID: Wagub Jawa Timur Emil Elestyanto Dardak menyampaikan sambutan pada acara Bamus Madas di Gedung Serbaguna Rato Ebu Bangkalan, Rabu (1/4).

RadarBangkalan.id — Langkah baru ditempuh tiga organisasi masyarakat (ormas) Madura Asli (Madas) yang berbasis di Madura.

Dalam suasana halalbihalal di Gedung Serbaguna Rato Ebu pada Rabu (1/4), mereka sepakat melebur energi dalam satu wadah bersama: Badan Musyawarah (Bamus) Madura.

Momentum itu bukan sekadar temu kangen. Lebih dari itu, menjadi titik awal konsolidasi untuk menyatukan arah gerak.

Baca Juga: Final Playoff Piala Dunia 2026: Italia vs Bosnia, Perebutan Tiket Terakhir ke Amerika

Tiga ormas yang terlibat—Madas Nusantara, Madas Serumpun, dan Madas Sedarah—ingin berbicara dalam satu suara: Madura harus maju dengan wajah baru.

Ketua Umum Madas Nusantara, Jusuf Rizal, menegaskan, Bamus bukan hanya forum komunikasi.

Perannya lebih jauh: membina, menguatkan, sekaligus memodernisasi organisasi masyarakat agar berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“Bamus ini wadah bersama. Kami siapkan ormas agar lebih mandiri, terarah, dan punya daya dorong terhadap masuknya investasi,” ujarnya.

Baca Juga: Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 Usai Kalah Adu Penalti dari Bosnia-Herzegovina

Ia tidak menutup mata. Selama ini, Madura masih dibayangi stigma negatif. Mulai isu konflik, gangguan keamanan, hingga ekonomi biaya tinggi. Citra itu, kata dia, menjadi pengganjal serius bagi investor.

“Banyak yang ragu masuk karena persepsi lama itu. Ini yang ingin kita ubah,” tegasnya.

Melalui Bamus, pihaknya berkomitmen menjadi jembatan antara masyarakat, organisasi, dan pelaku usaha.

Tujuannya jelas: meminimalkan potensi gesekan di lapangan sekaligus memberikan rasa aman bagi investor.

Baca Juga: Vietnam Hajar Malaysia 3-1, Lolos Piala Asia 2027 Susul Timnas Indonesia

Langkah konkret pun disiapkan. Bamus akan menjalin komunikasi dengan berbagai organisasi pengusaha seperti Kadin, Apindo, dan Hipmi. Harapannya, kepercayaan terhadap Madura bisa tumbuh kembali.

“Ayo investasi ke Madura. Kita pastikan kondusif. Kalau ada gangguan, itu jadi tanggung jawab kami,” tandasnya.

Di sisi lain, isu tenaga kerja lokal juga menjadi perhatian. Jusuf menekankan, masyarakat Madura harus menjadi penerima manfaat utama dari investasi yang masuk.

Jika kompetensi belum memadai, pelatihan dan sertifikasi akan didorong. “Orang Madura harus jadi prioritas. Kami siapkan kualitasnya,” katanya.

Baca Juga: Vietnam Hajar Malaysia 3-1, Pastikan Dominasi di Kualifikasi Piala Asia 2027

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang hadir ditengah tengah meraka menyambut positif lahirnya Bamus Madura.

Menurutnya, forum semacam ini penting untuk menjaga komunikasi dan memperkuat kebersamaan.

“Ini ruang yang baik untuk menyerap aspirasi dan membangun kesepahaman dalam suasana kekeluargaan,” ujarnya.

Emil menilai, kunci kemajuan Madura terletak pada stabilitas sosial dan iklim investasi yang sehat. Tanpa itu, cita-cita pembangunan akan sulit tercapai.

Baca Juga: Resmi! Daftar Harga BBM Pertamina April 2026 di Seluruh Indonesia

“Investasi harus berjalan lancar, tanpa gangguan. Itu syarat Madura bisa berkembang,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran warga Madura di perantauan. Selain menjaga solidaritas, mereka juga membawa citra daerah.

“Madura dikenal dengan budaya, keramahan, dan kekuatan sosialnya. Itu harus terus dijaga,” pungkasnya. (gik)

Editor : Ina Herdiyana
#bamus madura #gedung rato ebu #bangkalan #Babak #ormas