RadarBangkalan.id - P. Kanisius Tuaq menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata dalam menggeser pola pembangunan dari sekadar kegiatan seremonial menuju gerakan ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri panen perdana semangka dalam program “Pemantik” (Pemuda Milenial Tani Ternak) di GOR Gelora 99, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: Update Kecelakaan Kereta Bekasi: 15 Meninggal Dunia, Sebagian Masih Diidentifikasi
Menurut Bupati, inovasi seperti Pemantik harus terus dikembangkan dan direplikasi oleh seluruh perangkat daerah. Ia menekankan bahwa kemandirian pangan hanya bisa tercapai melalui kolaborasi yang terencana dan berkelanjutan.
Program ini menjadi bukti konkret integrasi antara pemberdayaan pemuda dan strategi pembangunan daerah. Dari lahan demplot seluas 600 meter persegi yang dikelola sekitar 60 pemuda, panen semangka diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp47 juta dalam satu siklus.
Baca Juga: 951 Pinjol Ilegal Ditutup OJK, Dana Korban Rp585 Miliar Berhasil Diamankan
Keunggulan utama program Pemantik terletak pada skema pemasaran yang terintegrasi. Hasil panen langsung diserap oleh dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga mampu memangkas rantai distribusi sekaligus menjamin kepastian pendapatan bagi petani muda.
Kepala Bidang Disporabud Lembata, Kristo Making, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga membangun ekosistem usaha mandiri yang berkelanjutan. Peserta dibekali keterampilan teknis serta akses terhadap permodalan.
Baca Juga: Ronaldo Cetak Gol, Al Nassr Tundukkan Al Ahli 2-0 di Liga Arab Saudi
Untuk memperkuat program, Pemkab Lembata turut menggandeng Bank NTT dalam menyediakan akses pembiayaan bagi peserta yang telah menyelesaikan pelatihan.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong percepatan legalitas kemitraan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kelompok tani dan pengelola program MBG guna menjamin stabilitas pasokan pangan jangka panjang.
Baca Juga: Persib Bangkit dari 0-2, Tumbangkan Bhayangkara FC 4-2 di Super League
Ke depan, kawasan demplot akan dikembangkan untuk berbagai komoditas hortikultura lainnya seperti cabai, tomat, dan kacang panjang. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat diversifikasi pendapatan dan menciptakan wirausaha muda yang tangguh di sektor pertanian.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah berbasis nelayan, tani, dan ternak di wilayah Lembata.
Editor : Ubaidillah