RadarBangkalan.id - Pemerintah Kabupaten Lembata kembali menggelar Festival Literasi 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif. Salah satu agenda utama adalah Lomba Bertutur yang mengusung tema “Menghidupkan Kearifan Lokal Melalui Cerita Rakyat”.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata yang dipimpin oleh Anselmus Ola Bahi. Pemerintah daerah menyiapkan total hadiah sebesar Rp16,5 juta untuk para pemenang.
Baca Juga: Aktivis HMI Duduki Lokasi Tambang PT KNI, Desak Penegakan Hukum di Proyek PSN
Menurut Anselmus, lomba ini tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi upaya melestarikan budaya lokal melalui cerita rakyat. Anak-anak diharapkan dapat mengenal kembali kisah kepahlawanan dan legenda daerah yang berkaitan dengan kehidupan nelayan, petani, dan peternak.
Lomba bertutur ini diperuntukkan bagi siswa SD/MI kelas IV dan V. Setiap sekolah dapat mengirim maksimal tiga peserta. Salah satu syarat utama adalah peserta harus mengikuti kegiatan Jambore Literasi dan melampirkan surat izin dari kepala sekolah.
Baca Juga: Badko HMI Sultra Segel Lahan PT KNI di Kolaka, Soroti Dugaan Tambang Ilegal
Panitia menetapkan ketentuan khusus terkait materi lomba. Peserta diwajibkan membawakan cerita rakyat bertema kepahlawanan atau legenda lokal, dan tidak diperkenankan menggunakan cerita fabel. Penyampaian cerita harus menggunakan Bahasa Indonesia.
Selain itu, naskah cerita wajib dikirimkan paling lambat 7 Mei 2026 sebagai bagian dari proses seleksi.
Baca Juga: Bayern Munich Ditahan Heidenheim 3-3, Gol Injury Time Jadi Penyelamat
Pendaftaran lomba dilakukan secara online melalui tautan resmi panitia. Sekolah juga dapat menghubungi panitia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait teknis pelaksanaan.
Festival Literasi 2026 sendiri akan berlangsung pada 10 hingga 12 Mei 2026 di halaman kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lembata.
Baca Juga: Negosiasi Kontrak Konrad Laimer Mandek, Bayern Munich Buka Suara
Ketua panitia Frans Sabaleku menyebutkan bahwa festival ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik, seperti bedah buku, klinik membaca, serta inovasi edukasi lainnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat membangun karakter pelajar sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal di Lembata.
Editor : Ubaidillah