RadarBangkalan.id - Kualitas pelayanan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bangkalan menjadi sorotan publik setelah gangguan listrik yang dialami warga tak kunjung tertangani hingga dua hari berturut-turut.
Lambannya respons penanganan tersebut memicu keluhan masyarakat karena aktivitas rumah tangga hingga pekerjaan sehari-hari terganggu akibat listrik padam berkepanjangan.
Baca Juga: Kapolres Bangkalan Gandeng Kepala Desa Berantas Curwan, PKDI Siap di Garda Terdepan
Seorang pelanggan yang terdampak mengaku telah melaporkan gangguan listrik melalui kanal resmi PLN sejak dua hari lalu. Namun hingga Jumat (8/5/2026), belum ada tindakan konkret dari petugas teknis untuk melakukan normalisasi jaringan.
“Listrik padam sudah masuk hari kedua. Kami sudah melapor berkali-kali, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Banyak kebutuhan rumah tangga dan pekerjaan kami terhambat total. Kami merasa hak sebagai pelanggan diabaikan,” ujar salah satu pelanggan yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Baca Juga: Cara Cek Penerima PKH dan BPNT Mei 2026, Ada 475 Ribu KPM Baru dari Kemensos
PLN Klaim Sudah Monitor Gangguan
Menanggapi keluhan tersebut, pihak manajemen ULP PLN Bangkalan menyatakan bahwa laporan pelanggan telah dipantau dan petugas sudah diperintahkan turun ke lapangan.
Baca Juga: Pria di Mojokerto Diduga Bunuh Ibu Mertua dan Lukai Istri karena Cemburu
“Sudah kami monitor dan sudah kami instruksikan kepada petugas lapangan untuk segera ditangani,” ujar Manajer ULP PLN Bangkalan saat dikonfirmasi awak media.
Namun pernyataan tersebut dinilai belum sejalan dengan kondisi di lapangan. Hingga laporan ini dibuat, gangguan listrik disebut masih terjadi di sejumlah wilayah layanan PLN Bangkalan.
Baca Juga: PSI Tak Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie, Kasus Video Jusuf Kalla Jadi Urusan Pribadi
Kabel Lepas di Desa Binoh Jadi Kendala
Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan adanya kendala teknis berupa kabel jaringan listrik yang lepas di wilayah Desa Binoh.
Salah satu petugas teknis mengakui bahwa kerusakan infrastruktur tersebut menjadi penyebab utama lambannya proses perbaikan.
“Kendalanya masih ada kabel yang lepas di wilayah Desa Binoh,” ujar petugas lapangan singkat.
Kondisi tersebut memunculkan kritik masyarakat terkait ketidaksinkronan antara instruksi manajemen dengan pelaksanaan teknis di lapangan.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Segera Rilis? Ini Bocoran Warna, Desain, dan Fitur Terbarunya
Masyarakat Desak PLN Bertindak Cepat
Lambannya penanganan gangguan listrik selama hampir 48 jam dinilai menciptakan krisis kepercayaan terhadap pelayanan publik PLN Bangkalan.
Baca Juga: DPR Soroti Nasib Guru Honorer Jelang 2027, Ketidakpastian Dinilai Masalah Konstitusional
Warga meminta PLN tidak hanya memberikan penjelasan administratif, tetapi juga mempercepat langkah teknis di lapangan mengingat listrik merupakan kebutuhan vital masyarakat.
Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, pemadaman berkepanjangan juga dikhawatirkan berdampak pada sektor usaha kecil dan aktivitas ekonomi warga.
Baca Juga: GMNI Bangkalan Soroti Upah Buruh Tak Layak di May Day 2026, Ini Tiga Tuntutan Utamanya
Masyarakat berharap PLN segera melakukan normalisasi jaringan serta meningkatkan kecepatan respons terhadap laporan gangguan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Editor : Ubaidillah