RadarBangkalan.id - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak usia bawah lima tahun di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, menuai sorotan dari masyarakat. Keluhan muncul setelah distribusi makanan di Desa Soket Laok dilaporkan terlambat hingga baru diterima penerima manfaat pada sore hari.
Informasi yang diperoleh dari warga menyebutkan paket makanan bergizi tersebut baru diantarkan ke rumah-rumah balita sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi ini dinilai tidak sesuai dengan tujuan program yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi anak secara tepat waktu.
Baca Juga: Video “Guru Bahasa Inggris vs Murid” Viral di TikTok dan X, Benarkah Ada Part 2 di Telegram?
Warga Pertanyakan Sistem Distribusi
Sejumlah warga mempertanyakan lambatnya proses penyaluran makanan. Pasalnya, berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan setempat, proses memasak di dapur penyedia disebut telah dimulai sejak malam atau dini hari.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menilai keterlambatan tersebut sulit dipahami. Menurutnya, jika makanan sudah dimasak sejak dini hari, seharusnya distribusi bisa dilakukan lebih cepat dan diterima balita pada pagi atau siang hari.
Baca Juga: Wartawan Bangkalan Diancam Dibunuh Lewat WhatsApp usai Soroti Dugaan Pemotongan Dana PIP
Ia menambahkan, jadwal pengiriman yang molor hingga sore justru menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas program yang digagas untuk mendukung asupan gizi anak.
Kinerja Dapur Penyedia Jadi Sorotan
Sorotan warga mengarah pada operasional Dapur Soket Laok 1 yang menjadi pusat penyedia logistik MBG di wilayah tersebut. Warga menilai rentang waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan pengantaran dapat memengaruhi kualitas makanan.
Keterlambatan distribusi juga menimbulkan kekhawatiran terkait kesegaran makanan, mengingat paket tersebut dikonsumsi oleh balita yang membutuhkan asupan sehat dan layak.
Selain itu, warga berharap pihak penyelenggara dapat memberikan penjelasan mengenai kendala yang menyebabkan keterlambatan distribusi di lapangan.
Baca Juga: Baliho Tanpa Izin di Sampang Ditertibkan, Satpol PP Tegaskan Tak Ada Toleransi
Desakan Evaluasi Total
Masyarakat meminta pihak pelaksana Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Tragah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi. Fokus evaluasi diminta pada manajemen kurir serta pola pengiriman agar kejadian serupa tidak terus terulang.
Baca Juga: Muhadjir Effendy Dipanggil KPK Terkait Korupsi Kuota Haji, Ini Alasannya
Warga menilai keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kualitas makanan, tetapi juga pada ketepatan waktu penyaluran kepada penerima manfaat.
Jika distribusi terus terlambat, dikhawatirkan tujuan program untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan balita tidak tercapai secara optimal.
Editor : Ubaidillah