News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ratusan SD di Bangkalan Butuh Perbaikan, APBN Baru Turun untuk Dua Sekolah

Ina Herdiyana • Selasa, 2 Juni 2026 | 12:18 WIB
RUSAK BERAT: Puluhan siswa SDN Kajuanak 4, Galis, Bangkalan, melaksanakan kegiatan pembelajaran di bawah tenda, Selasa (28/4). (SDN KAJUANAK 4 UNTUK JPRM)
RUSAK BERAT: Puluhan siswa SDN Kajuanak 4, Galis, Bangkalan, melaksanakan kegiatan pembelajaran di bawah tenda, Selasa (28/4). (SDN KAJUANAK 4 UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Sebanyak 151 SD di Kabupaten Bangkalan diajukan mendapat program revitalisasi dari pemerintah pusat.

Namun, baru dua lembaga yang disetujui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sementara usulan revitalisasi 149 sekolah lainnya buram.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan Ali Yusri Purwanto menyatakan, belum ada informasi resmi tentang usulan program revitalisasi reguler yang diajukan ke Kemendikdasmen.

Baca Juga: Diakui KONI, Orado Bangkalan Bidik Pembinaan Atlet Lebih Profesional

Saat ini hanya dua lembaga yang dipastikan direvitalisasi di tahun anggaran 2026. Yakni, SDN Kajuanak 4 dan SDN Tragah 2.

Kerusakan berat yang terjadi di SDN Kajuanak 4 sempat menjadi perhatian Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Bahkan, guru besar bidang pendidikan agama Islam tersebut sempat mengunjungi langsung gedung SDN Kajuanak 4, Kecamatan Galis.

”Jadi, baru dua sekolah ini yang positif sudah melakukan perjanjian kerja sama dengan Kemendikdasmen,” ujarnya.

Baca Juga: Puluhan Developer Belum Serahkan PSU, Pemkab Bangkalan Kesulitan Rawat Fasilitas Umum

Yusri menyatakan, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang akan dikucurkan pemerintah pusat untuk merevitalisasi dua lembaga itu berbeda-beda.

Perinciannya, Rp 2,2 miliar untuk SDN Kajuanak 4 dan Rp 2,5 miliar untuk SDN  Tragah 2.

Pelaksanaan program revitalisasi sarpras pendidikan tersebut bersifat swakelola. Dengan demikian, ada proses memorandum of understanding (MoU) antara kepala sekolah (Kepsek) dengan Kemendikdasmen.

”Tim pelaksana ini dibentuk oleh pihak sekolah dengan melibatkan semua unsur,”
sambungnya.

Baca Juga: Penanganan Kasus Solar Ilegal Berlarut-larut, Polisi Beralasan Masih Kumpulkan Keterangan Saksi

Yusri menambahkan, Kepsek memiliki tanggung jawab penuh dalam proses pelaksanaan pembangunan.

Sementara pengawasannya akan diserahkan kepada konsultan perencana dan pengawas untuk mengawasi. Kemungkinan pembangunan dimulai pertengahan bulan ini.

”Dispendik akan dibantu oleh tim konsultan untuk mengawasi kesesuaian pekerjaan sesuai rencana anggaran biaya (RAB),” ucapnya.

Ketua Komisi IV DPRD Bangkalan Rokib menyatakan, jumlah sekolah yang rusak di Kota Salak sangat banyak.

Baca Juga: Galian C Kwanyar Kembali Jadi Sorotan, Material Diduga Digunakan di Luar PSN

Dengan demikian, yang diusulkan mendapat kucuran dari APBN juga banyak.

Pihaknya juga telah meminta Kemendikdasmen agar pengembangan sarpras pendidikan di Kabupaten Bangkalan diperhatikan.

”Semoga saja tidak hanya dua sekolah yang disetujui. Sebab, banyak sekolah yang sudah rusak berat,” tandasnya. (za/jup)

Editor : Ina Herdiyana
#Butuh Perbaikan #Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah #Revitalisasi #Kabupaten Bangkalan #sekolah dasar