BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Peristiwa siswa keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Kokop berdampak pada pemberhentian operasional dapur.
Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Barokah Kokop Dupok berjanji akan berbenah seusai terjadinya peristiwa tersebut.
Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan, operasional SPPG Al Barokah Kokop Dupok diberhentikan sementara.
Baca Juga: Cekcok Berujung Dor! Polres Sampang Belum Tangkap Pelaku
Pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan dapur MBG tersebut di-suspend. ”Yang jelas, selama uji laboratorium belum diketahui hasilnya, dapur tersebut belum bisa beroperasi,” jelasnya.
Satgas MBG Bangkalan sudah mengirimkan sampel makanan beserta muntahan korban ke badan gizi nasional (BGN) Jawa Timur. Karena itu, belum diketahui pemicu utama siswa mengalami keracaunan.
Bambang mengutarakan, keracunan yang dialami siswa SMAN I Kokop ini paling banyak menelan korban selama program tersebut beroperasi di Kota Salak.
Total korban keracunan mencapai 86 orang. Puluhan siswa itu dilarikan ke puskesmas Kokop, dan ada yang menjalani rawat inap.
Baca Juga: BPOM Jelaskan Alasan Minuman 'No Sugar' Bisa Dapat Nutri Level C-D
Satgas masih menunggu keputusan dari BGN terkait kelanjutan operasional SPPG Al Barokah tersebut. ”Beroperasi atau tidaknya menunggu keputusan dari BGN,” tuturnya.
PIC SPPG Al Barokah Nikmatul Kausiyah menyatakan, pihaknya akan melakukan pelatihan kepada relawan dan akan mendatangkan chef.
Tujuannya, hal serupa tidak terulang kembali. Itu dilakukan sambil menunggu hasil uji sampel makanan tuntas.
”Selama pemberhentian sementara ini, kami akan sterilkan dan akan mengundang chef untuk melatih relawan,” paparnya. (za/bil)
Editor : Ina Herdiyana