Kepala Dinas KB PPPA Bangkalan Sudiyo menyampaikan, sejak dirinya bertugas di instansi tersebut, belum pernah ada program PMT. Menurut dia, kontribusi yang dapat dilakukan dinasnya lebih berupa kegiatan nonfisik seperti penyuluhan.
”Pemenuhan gizi untuk anak yang kami lakukan dalam bentuk kegiatan, bukan dalam bentuk pengadaan,” terangnya.
Baca Juga: Perkuat Pengetahuan Berbasis Keislaman, FKis UTM Launching Tiga Program di Momentum Milad Ke-12
Dia menjelaskan, kegiatan penyuluhan saat ini melibatkan penyuluh keluarga berencana di masing-masing kecamatan serta pendamping keluarga. Namun, keterlibatan mereka juga masih terbatas karena menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
”Kalaupun melibatkan kader dan pendamping keluarga, hanya sebagian karena keterbatasan anggaran juga,” sambungnya.
Pria yang akrab disapa Yoyok itu menambahkan, edukasi dan penyuluhan memiliki peran penting dalam upaya pemenuhan gizi anak dan balita di Kota Salak. Menurutnya, perubahan sikap dan perilaku orang tua menjadi langkah awal yang harus didorong sebelum membentuk pola makan anak yang lebih sehat dan bergizi.
”Setiap bulan kami melakukan penyuluhan, dan itu juga diberikan kepada calon pengantin,” katanya.
Baca Juga: Belum Ada Aturan Resmi, Pembatasan Dapur MBG Sekadar Wacana
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Bangkalan Rokib berharap Pemerintah Kabupaten Bangkalan memaksimalkan program tersebut. Yakni, aktif memberikan edukasi dan penyuluhan kepada ibu hamil maupun ibu menyusui terkait pemenuhan kebutuhan gizi.
”Dinas KB harus lebih gencar memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat, ” sarannya. (za/han)
Editor : Ina Herdiyana