Investasi Industri China di Bangkalan Disambut HIPMI, Dinilai Buka Banyak Lapangan Kerja

Ubaidillah • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:11 WIB
Ketua Badan Pengurus Cabang HIPMI Bangkalan Ellinas Jalusamya Djatmiko. (Foto: Kamaluddin/detikJatim)
Ketua Badan Pengurus Cabang HIPMI Bangkalan Ellinas Jalusamya Djatmiko. (Foto: Kamaluddin/detikJatim)

 

RadarBangkalan.id - Rencana masuknya investasi industri asal China ke Kabupaten Bangkalan mendapat dukungan dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bangkalan. Organisasi pengusaha tersebut menilai investasi yang akan masuk berpotensi menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat Madura.

Ketua BPC HIPMI Bangkalan, Ellinas Jalusamya Djatmiko, mengatakan kehadiran industri padat karya dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Baca Juga: Titik Api di Bromo Masih Tersisa, Tiga Helikopter Water Bombing Terus Dikerahkan

"Ketika industri di Bangkalan ini tumbuh, masyarakat Bangkalan tidak perlu harus keluar dari daerah untuk meningkatkan taraf hidupnya. Mereka bisa memanfaatkan peluang kerja di daerahnya, tidak perlu jauh dari keluarga," ujar Jalu, Senin (10/8/2026).

Industri Dinilai Bisa Dongkrak Ekonomi Bangkalan

Menurut Jalu, investasi industri yang masuk ke Bangkalan dapat menjadi momentum penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Selama ini banyak warga Bangkalan yang memilih merantau ke luar daerah untuk mencari pekerjaan. Dengan hadirnya kawasan industri baru, peluang kerja di dalam daerah diharapkan semakin terbuka.

Ia menilai sektor industri padat karya memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja lokal sehingga manfaat investasi dapat langsung dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Manchester City Kalahkan Atletico Madrid 3-1, Ait-Nouri Cetak Gol Penutup

Pemkab Diminta Siapkan Infrastruktur dan Perizinan

Meski menyambut positif rencana investasi tersebut, HIPMI menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Jalu menyebut pemerintah perlu menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari keamanan lahan, infrastruktur dasar, hingga pelayanan perizinan yang cepat dan mudah.

Baca Juga: BPOM Temukan MinyaKita Berbau Solar, Masyarakat Diminta Jangan Gunakan dan Segera Lapor

"Semua kembali kepada kesiapan pemerintah, yang bisa menyiapkan infrastruktur pendukung dari segi keamanan lahan hingga kesiapan aparatur pemerintah, seperti kemudahan, percepatan perizinan, dan semacamnya," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa investor membutuhkan kepastian hukum dan rasa aman sebelum memutuskan menanamkan modal dalam jangka panjang.

Lahan Industri Bangkalan Dinilai Masih Luas

HIPMI melihat Bangkalan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kawasan industri baru di Jawa Timur.

Menurut Jalu, masih banyak lahan yang tersedia, terutama di kawasan sekitar Jembatan Suramadu yang selama ini pertumbuhan industrinya dinilai belum optimal.

"Kita perhatikan, pada 11 kilometer di sisi Suramadu, laju pertumbuhan industri di sana masih sangat lambat. Sebagai kota penyangga, di situ juga banyak lahan kosong," ujarnya.

Keberadaan lahan yang luas tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik bagi investor yang ingin mengembangkan industri berskala besar.

Baca Juga: Borussia Dortmund Taklukkan Arsenal 3-2, Gyokeres Cetak Gol Penalti

Tenaga Kerja Lokal Harus Jadi Prioritas

Selain menyoroti kesiapan infrastruktur, HIPMI juga meminta pemerintah daerah mengatur keterlibatan tenaga kerja lokal dalam investasi yang masuk.

Jalu berharap masyarakat Bangkalan menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari hadirnya industri baru melalui kesempatan kerja yang lebih luas.

Menurutnya, perusahaan memang tetap membutuhkan tenaga ahli dari luar daerah untuk posisi tertentu. Namun, mayoritas tenaga kerja sebaiknya berasal dari masyarakat lokal.

Baca Juga: ChatGPT Sebut Kanker Sangat Tidak Mungkin, Pria Ini Justru Divonis Kanker Stadium 4

"Kalau dari segi kewilayahan, tentunya kami berharap masyarakat Bangkalan harus banyak dilibatkan, meskipun nantinya para investor tetap akan menghadirkan tenaga kerja ahli yang memang dibutuhkan oleh perusahaan," tegasnya.

Dengan dukungan regulasi yang tepat dan kesiapan pemerintah daerah, investasi industri asal China di Bangkalan diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Madura.

Baca Juga: Jangan Abaikan Race Flag Saat Marathon, Ini Fungsi dan Makna Setiap Warnanya

Editor : Ubaidillah
pabrik china relokasi industri kawasan industri madura investasi asing padat karya