RadarBangkalan.id - Kabupaten Bangkalan bersiap menjadi pusat kawasan industri baru di Madura setelah pemerintah menandatangani Strategic Cooperation Framework Agreement antara Wiraraja Madura Industrial Estate dan Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park dari China. Investasi tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027 dan diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
Kesepakatan kerja sama itu ditandatangani di Jakarta pada Rabu (5/8/2026). Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyambut positif masuknya investor asal China yang akan mengembangkan sejumlah industri padat karya di wilayah tersebut.
Baca Juga: Investasi Industri China di Bangkalan Disambut HIPMI, Dinilai Buka Banyak Lapangan Kerja
Bupati Sebut Jadi Angin Segar untuk Bangkalan
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan investasi ini menjadi peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat Madura.
Menurutnya, ketertarikan investor China bermula dari presentasi potensi industri Bangkalan yang disampaikan kepada berbagai pihak, termasuk Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia.
"Alhamdulillah itu disambut baik dan mendapatkan investor untuk membangun industri padat karya," kata Lukman Hakim.
Baca Juga: Titik Api di Bromo Masih Tersisa, Tiga Helikopter Water Bombing Terus Dikerahkan
Ia menjelaskan bahwa kerja sama tersebut juga telah mendapat dukungan pemerintah pusat melalui penandatanganan kesepakatan dengan salah satu klaster industri besar di China.
Kajian Kawasan Industri Sudah Dilakukan
Pemkab Bangkalan saat ini tengah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis untuk mendukung pembangunan kawasan industri tersebut.
Lukman mengungkapkan bahwa tim konsultan khusus telah melakukan kajian menyeluruh terhadap sejumlah aspek penting, mulai dari kondisi tanah, ketersediaan air, pasokan listrik, hingga kebutuhan infrastruktur industri lainnya.
Baca Juga: BPOM Temukan MinyaKita Berbau Solar, Masyarakat Diminta Jangan Gunakan dan Segera Lapor
"Sudah dilakukan kajian, mulai dari kontur tanah, kebutuhan air, pasokan listrik dan semua kebutuhan industri lainnya. Sehingga bisa memenuhi syarat untuk dijadikan wilayah industri," ujarnya.
Kajian tersebut menjadi dasar dalam menentukan lokasi yang paling layak untuk pengembangan kawasan industri berskala besar di Bangkalan.
Akan Dibangun Pabrik Tekstil hingga Cokelat
Investasi yang masuk ke Bangkalan direncanakan berasal sepenuhnya dari pihak swasta tanpa menggunakan dana APBD.
Beberapa sektor industri yang disebut akan dikembangkan antara lain pabrik tekstil, pabrik plastik, pabrik cokelat, serta berbagai industri padat karya lainnya yang membutuhkan banyak tenaga kerja.
Kehadiran industri tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi daerah yang selama ini masih didominasi sektor perdagangan, pertanian, dan jasa.
Baca Juga: Apakah Hantu Benar-Benar Ada? Profesor Psikologi Jelaskan dari Sudut Pandang Ilmiah
Siapkan Lahan Hingga 3.000 Hektare
Untuk mendukung proyek tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyiapkan lahan dengan luas antara 1.000 hingga 3.000 hektare.
Lahan tersebut nantinya akan digunakan sebagai kawasan industri terpadu yang mampu menampung berbagai jenis pabrik dan fasilitas pendukung lainnya.
Menurut Lukman, pembangunan kawasan industri dalam skala besar akan membuka peluang kerja bagi ribuan warga Bangkalan dan Madura.
Baca Juga: Manchester City Kalahkan Atletico Madrid 3-1, Ait-Nouri Cetak Gol Penutup
"Itu semua akan membutuhkan banyak pekerja dan nantinya akan menyerap tenaga kerja lokal," katanya.
Bidik Status PSN dan KEK
Selain menyiapkan kawasan industri, Pemkab Bangkalan juga berencana mengusulkan proyek tersebut agar masuk dalam kategori Program Strategis Nasional (PSN) serta memperoleh status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Status tersebut dinilai penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan daya tarik investasi, serta memberikan berbagai insentif bagi pelaku usaha.
Meski lokasi pasti kawasan industri belum diumumkan, Lukman memastikan lahan sudah disiapkan dan informasi lebih lanjut akan disampaikan saat proses groundbreaking dimulai.
Baca Juga: Borussia Dortmund Taklukkan Arsenal 3-2, Gyokeres Cetak Gol Penalti
Pemerintah daerah menargetkan pembangunan industri mulai berjalan pada awal 2027 sehingga manfaat ekonomi dan penyerapan tenaga kerja dapat segera dirasakan masyarakat.
Editor : Ubaidillah