RadarBangkalan.id - Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni upacara bendera. Pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Kantor Bupati Lembata, Senin (17/8/2026), ia mengajak seluruh masyarakat mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata yang menghadirkan keadilan dan kesejahteraan.
Dalam pidatonya, Kanisius mengusung semangat tema nasional "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Menurutnya, kemerdekaan harus diwujudkan melalui pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat, termasuk warga di wilayah pelosok, pesisir, dan pulau-pulau kecil.
Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai
"Janji bahwa kemerdekaan harus terus kita isi dengan kerja nyata. Janji bahwa kemerdekaan harus menghadirkan keadilan dan membuka jalan bagi kesejahteraan," tegas Kanisius di hadapan peserta upacara.
Kedaulatan dan Keadilan Harus Dirasakan Masyarakat
Bupati Lembata menjelaskan bahwa kedaulatan bukan hanya berkaitan dengan kemampuan negara berdiri sendiri, tetapi juga kemampuan mengelola sumber daya alam serta menjaga persatuan.
Sementara itu, keadilan harus diwujudkan dengan memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat untuk menikmati hasil pembangunan.
Baca Juga: 202 Siswa Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar, 71 Anak dari Malang dan Batu
"Indonesia yang makmur berarti kemerdekaan harus benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Kanisius kemudian memaparkan sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Lembata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2025 tercatat meningkat menjadi 69,70 poin dari 68,95 poin pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Kekeringan Malang Selatan Makin Parah, BPBD Distribusikan 105 Ribu Liter Air
Angka kemiskinan juga turun dari 24,22 persen atau sekitar 37.720 jiwa menjadi 23,27 persen atau 36.780 jiwa pada 2025. Kemiskinan ekstrem turut mengalami penurunan dari 8,09 persen menjadi 5,67 persen.
Stunting Lembata Ditargetkan Turun Menjadi 7,2 Persen
Di bidang kesehatan, prevalensi stunting di Lembata per Juli 2026 tercatat 11,13 persen. Pemerintah daerah menargetkan angka tersebut dapat ditekan menjadi 7,2 persen pada akhir 2026.
Dari sektor ekonomi, PDRB per kapita Lembata meningkat dari Rp15,73 juta menjadi Rp16,95 juta. Tingkat pengangguran terbuka juga turun menjadi 1,37 persen.
Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera
Lembata turut mencatat prestasi dalam tata kelola pemerintahan dengan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) keenam secara berturut-turut atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025.
Kabupaten Lembata juga meraih predikat Terbaik Pertama Regional Nusa Tenggara dan Maluku kategori Penurunan Tingkat Pengangguran dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.
Baca Juga: IDI Buka Suara soal Konten Fahira Almira, Tegaskan Kritik Pasien Tidak Perlu Dibawa ke Ranah Hukum
Dorong Nelayan, Petani, dan Peternak
Kanisius menegaskan pemerintah daerah akan terus memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Pada 2026, pemerintah menyalurkan bantuan benih tanaman pangan sebanyak 98.145 kilogram. Pengembangan komoditas perkebunan seperti jambu mete, kakao, dan kopi juga terus dilakukan.
Di sektor perikanan, bantuan sarana produksi berupa mesin kapal dan alat tangkap terus disalurkan. Pemerintah juga mengalokasikan enam lokasi Kampung Nelayan Merah Putih.
Baca Juga: Bansos Dihentikan untuk Rekening Terindikasi Judi Online, Ribuan KPM Dicoret
Pembangunan infrastruktur turut menjadi perhatian. Progres Jalur Tengah segmen Waikomo-Wulandoni sepanjang 27,5 kilometer telah mencapai 21 kilometer.
Tiga Jembatan Garuda Merah Putih di ruas Tapobaran-Hading Manuq juga telah diresmikan secara virtual oleh Presiden Prabowo Subianto pada 13 Agustus 2026.
Pemerintah Kabupaten Lembata juga tengah menjajaki pengembangan layanan feri jarak jauh yang menghubungkan Surabaya-Lewoleba dengan wilayah lainnya.
Ajak Masyarakat Jaga Persaudaraan
Di balik berbagai capaian tersebut, Bupati Lembata mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang belum optimal, persoalan kesehatan hingga keterbatasan fiskal daerah.
Karena itu, ia mengajak masyarakat memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus menjaga persatuan melalui semangat lokal "Taan Tou-Tara Oneq Udeq Laleng Udeq", yang menekankan nilai saling menghargai, saling menghidupi, dan memandang sesama sebagai saudara.
Baca Juga: Investasi Industri China di Bangkalan Disambut HIPMI, Dinilai Buka Banyak Lapangan Kerja
Kanisius juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda Lembata agar mengambil peran dalam pembangunan daerah.
"Jadilah pelaku utama masa depan Lembata dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan integritas," pesannya.
Ia optimistis Lembata memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di ujung timur Flores. Selain pariwisata, pemerintah daerah juga mendorong Lembata menuju kemandirian pangan dan energi.
Baca Juga: 202 Siswa Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar, 71 Anak dari Malang dan Batu
Editor : Ubaidillah