Ledakan SPPG Mojokerto, Gus Barra Minta Pengelola Diedukasi SOP Gas Elpiji

Ubaidillah • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 20:53 WIB
Kondisi SPPC Mojokerto Puri Medali pascaledakan/Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim
Kondisi SPPC Mojokerto Puri Medali pascaledakan/Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim

 

RadarBangkalan.id - Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa atau Gus Barra merespons ledakan yang terjadi di SPPG Mojokerto Puri Medali dan mengakibatkan lima orang mengalami luka. Ia meminta adanya edukasi yang lebih baik bagi pengelola SPPG terkait standar operasional prosedur (SOP) penanganan gas elpiji untuk mencegah kejadian serupa.

Gus Barra mengatakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto hingga kini belum menerima laporan khusus dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai insiden tersebut, termasuk penyebab pasti ledakan yang terjadi pada Kamis (13/8/2026) malam.

Baca Juga: Ojol Lempar Molotov ke 2 Pos Polisi Surabaya Ternyata Sudah Diintai Selama Dua Hari

"Untuk SPPG sampai saat ini belum ada laporan secara khusus dari pihak BGN atau yang lain ke pemda. Kami juga belum dapat laporan penyebabnya apa," ujar Gus Barra di Balai Desa Bendunganjati, Pacet, Mojokerto, Senin (17/8/2026).

Gus Barra Minta Pengelola Pahami SOP Gas

Gus Barra berharap BGN memberikan edukasi kepada seluruh pengelola SPPG mengenai prosedur keselamatan kerja, khususnya dalam menangani instalasi dan tabung gas elpiji.

Menurutnya, pemahaman terhadap SOP penting agar pengelola dan pekerja dapat mengambil langkah yang tepat ketika terjadi persoalan pada sistem gas.

Baca Juga: HUT RI ke-81, Bupati Lembata Tekankan Keadilan dan Kesejahteraan untuk Rakyat

"Kalau melihat beritanya kan (dugaan penyebab ledakan) karena tabung gas. Kalau karena tabung gas pasti ada dua, biasanya karena keteledoran saja, atau yang lainnya," jelasnya.

Ia menilai aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama dalam operasional dapur SPPG yang setiap hari memproduksi ribuan porsi makanan.

Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai

Operasional SPPG Puri Medali Dihentikan

Ledakan tersebut membuat operasional SPPG Mojokerto Puri Medali dihentikan sementara. Sebagian bangunan dan peralatan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami kerusakan akibat ledakan dan kebakaran.

Kepala Regional BGN Jawa Timur Mahda Pradewa mengatakan pengelola SPPG diarahkan melakukan renovasi sambil menunggu hasil investigasi mengenai penyebab insiden.

Sementara itu, distribusi MBG kepada sekitar 3.700 penerima manfaat dialihkan ke sejumlah SPPG terdekat.

"Untuk saat ini, sambil menunggu hasil investigasi, maka SPPG diarahkan untuk renovasi dan penerima manfaat akan dialihkan ke SPPG terdekat yang lain," kata Mahda.

Baca Juga: Jarang Olahraga Bikin Gampang Baper? Ini Penjelasan Psikolog

Ledakan SPPG Mojokerto Terjadi Kamis Malam

Ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Suara ledakan yang cukup keras menyebabkan atap empat ruangan ambruk.

Ruangan yang terdampak meliputi ruang pemorsian, ruang omprengan, kantor, dan ruang rapat.

Baca Juga: Bansos Dihentikan untuk Rekening Terindikasi Judi Online, Ribuan KPM Dicoret

Ledakan kemudian disusul kebakaran yang membakar bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan. Petugas mengerahkan sedikitnya dua truk pemadam kebakaran untuk menangani api.

Kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.

Lima Orang Terluka

Insiden tersebut mengakibatkan lima orang mengalami luka. Tiga teknisi gas dari PT Energi Alam Utama mengalami luka bakar serius.

Satu korban menjalani perawatan di RSI Sakinah, sedangkan dua korban lainnya dirawat di RS Gatoel.

Selain itu, dua relawan SPPG mengalami luka pada bagian kepala setelah tertimpa plafon yang runtuh. Keduanya juga mendapatkan perawatan di RSI Sakinah.

Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera

SPPG Mojokerto Puri Medali berada di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Dapur MBG tersebut disebut memiliki kapasitas produksi sekitar 3.700 porsi makanan setiap hari.

Terkait status kepemilikan SPPG, Erista Widya Kristanti membantah dirinya sebagai pemilik dapur tersebut. Ia mengaku hanya membantu koordinasi dan pengelolaan di lokasi.

"Tidak ada punya saya, secara perizinan dan lain-lain tidak ada di surat mana pun nama saya. Saya dibantukan untuk koordinasi di situ, dibantukan pengelola. Kalau mitranya ada sendiri," ujarnya.

Editor : Ubaidillah
ledakan sppg bupati mojokerto pemkabmojokerto mojokerto SPPG