Polisi Ungkap Kondisi Bayi ALSU Saat Ditemukan di Kos Gubeng Kertajaya

Ubaidillah • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Kamar kos mahasiswi kedokteran hewan di Jalan Gubeng Kertajaya, Surabaya dipasang garis polisi/Foto: Aprilia
Devi/detikJatim
Kamar kos mahasiswi kedokteran hewan di Jalan Gubeng Kertajaya, Surabaya dipasang garis polisi/Foto: Aprilia Devi/detikJatim

 

RadarBangkalan.id - Bayi yang dilahirkan seorang diri oleh mahasiswi berinisial ALSU (24) di kamar kos kawasan Gubeng Kertajaya, Surabaya, disebut meninggal akibat gagal napas dan dehidrasi. Polisi menyebut bayi tersebut sempat dibiarkan di lantai kamar setelah dilahirkan hingga akhirnya ditemukan pemilik kos.

Kasubnit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Landep Tri Wulansari mengatakan bayi tersebut meninggal sekitar dua jam sebelum tiba di rumah sakit. Saat ditemukan, bayi dalam kondisi menggigil dan dibungkus menggunakan seprai.

Baca Juga: Tangis Mahasiswi ALSU Pecah Saat Minta Maaf ke Ibu di Polrestabes Surabaya

 

"Jam 08.00 WIB pagi mules baringan aja, siang itu keluar air ketuban itu. Akhirnya bayi itu keluar dibiarkan di lantai (meninggalnya) gagal napas dan dehidrasi," ujar Wulansari.

Bayi Ditemukan Pemilik Kos

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2026). ALSU, yang merupakan mahasiswi jurusan vokasi paramedik veteriner, disebut menjalani persalinan seorang diri di kamar kosnya.

Pada pagi hari, pemilik kos berinisial IA (52) mendengar suara bayi dari kamar ALSU. Karena pintu kamar terkunci dari dalam dan tidak mendapat respons setelah diketuk, IA bersama saksi berinisial TSW kemudian berusaha membuka pintu secara paksa.

Baca Juga: Dugaan Penyalahgunaan Dana PIP di Bangkalan, FPB Minta Polres Segera Beri Kepastian Hukum

"Besok paginya itu ibu kosnya mendengar (suara) bayi, akhirnya diketok-ketok dia nggak mau bukain pintu. Akhirnya dijebol kamar itu," kata Wulansari.

Setelah pintu terbuka, ALSU ditemukan bersama bayinya di dalam kamar. Bayi tersebut kemudian dibawa bersama ALSU ke RSUD Haji Surabaya untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, bayi dinyatakan telah meninggal dunia. Polisi menyebut kematian terjadi sekitar dua jam sebelum bayi tiba di rumah sakit, sementara ALSU sempat ditemukan dalam kondisi pingsan.

Baca Juga: Parkir Berlangganan Bangkalan Dipertanyakan, Warga Masih Diminta Bayar Meski Punya Stiker Gratis

ALSU Mengaku Melahirkan Seorang Diri

Dalam percakapan dengan Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan, ALSU mengaku melahirkan seorang diri di kamar kos.

ALSU menyebut bayinya lahir sekitar pukul 02.00 WIB.

"Jam 2 itu keluar," kata ALSU.

Ia juga mengaku memotong tali pusar menggunakan gunting bedah yang dimilikinya. Alat tersebut disebut berkaitan dengan bidang pendidikan yang sedang ditempuhnya.

"Iya, ari-arinya tak potong pakai gunting bedah. Ari-arinya tak masukin ke kresek," ujarnya.

Baca Juga: Sering Alami Iyup Saat Pakai Behel? Dokter Ungkap Penyebab dan Kapan Hilang

Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang dari kamar kos, termasuk seprai, karpet bulu yang diduga berkaitan dengan proses persalinan, serta satu kotak gunting bedah.

ALSU Ditetapkan sebagai Tersangka

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menetapkan ALSU sebagai tersangka dalam perkara meninggalnya bayi tersebut. Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian sebelum, saat, dan setelah proses persalinan.

Baca Juga: RSUD Ruteng Rusak Akibat Gempa, Menkes Kerahkan Dokter Ortopedi dan Bangun RS Lapangan

ALSU terancam dijerat Pasal 460 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 80 ayat (3) dan (4) juncto Pasal 76C UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Proses hukum terhadap ALSU masih berlangsung dan polisi masih mendalami fakta-fakta dalam perkara tersebut.

Tangis ALSU Saat Bertemu Ibunya

Di tengah proses hukum, ALSU mendapat kesempatan bertemu dengan ibunya di ruang tahanan Polrestabes Surabaya. Pertemuan tersebut berlangsung saat ALSU mengenakan baju tahanan berwarna oranye dengan tangan terborgol.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan memberikan kesempatan tersebut agar ALSU dapat meminta maaf kepada orang tuanya.

"Udah minta maaf belum? Yaudah sana suruh ketemu bapak ibunya untuk minta maaf," kata Luthfie.

Meski waktu besuk telah berakhir, Luthfie memberikan izin khusus atas pertimbangan kemanusiaan.

Baca Juga: Bansos Dihentikan untuk Rekening Terindikasi Judi Online, Ribuan KPM Dicoret

"Sebelumnya nggak boleh besuk kalau udah Magrib, tapi nggak apa saya kasih kesempatan biar dia ketemu orang tuanya, biar minta maaf," ujarnya.

ALSU kemudian memeluk ibunya sambil menangis. Ia membisikkan permintaan maaf kepada sang ibu.

Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai

Namun, sang ibu justru mengatakan bahwa dirinya telah memaafkan ALSU.

"Tidak perlu minta maaf, ibu sudah maafkan," kata ibunya.

ALSU Sebut Komunikasi dengan Pacar Terputus

Dalam percakapan dengan Kapolrestabes Surabaya, ALSU juga mengungkapkan hubungan dengan pria yang disebut sebagai pacarnya.

Ia mengatakan hubungan tersebut baru berjalan sekitar satu bulan. Namun, komunikasi keduanya telah terputus sejak Juni 2026.

"Baru sebulan," kata ALSU.

"Udah ga komunikasi sejak bulan Juni," lanjutnya.

Baca Juga: Berapa Langkah Sehari yang Ideal? Riset Ungkap Target Jalan Kaki untuk Tiap Usia

ALSU juga mengatakan pria tersebut tidak ingin bertemu dengannya setelah mengetahui dirinya hamil. Ia mengaku tidak pernah membicarakan persoalan tanggung jawab karena komunikasi keduanya tidak berjalan dengan baik.

"Ngomongin tentang tanggung jawab gitu enggak, nggak komunikatif gitu," ujarnya.

Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera

ALSU diketahui tinggal sendiri di Surabaya untuk menjalani pendidikan, sedangkan kedua orang tuanya berada di Jawa Tengah.

Editor : Ubaidillah
mahasiswi melahirkan di kos mahasiswi melahirkan mahasiswi melahirkan surabaya