Tradisi Lempar Uang Maulid Nabi di Kediri, Jemaah Selipkan Doa Bisa ke Baitullah

Ubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:38 WIB
Tradisi lempar uang di Masjid Wakaf Jamsaren, Kota Kediri sambut Maulid Nabi 1448 H (Foto: Andhika Dwi/detikJatim)
Tradisi lempar uang di Masjid Wakaf Jamsaren, Kota Kediri sambut Maulid Nabi 1448 H (Foto: Andhika Dwi/detikJatim)

 

RadarBangkalan.id - Tradisi lempar uang mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Wakaf Jamsaren, Kota Kediri, Selasa (25/8/2026). Tradisi yang dilakukan setiap tahun itu menjadi momen berbagi sekaligus sarana bagi jemaah untuk memanjatkan doa dan menyampaikan hajat.

Uang yang disebarkan berasal dari sedekah masyarakat. Pecahannya beragam, mulai dari uang koin hingga uang kertas, termasuk pecahan Rp50 ribu. Setelah rangkaian Maulid Nabi selesai, uang tersebut disebarkan dan diperebutkan jemaah, termasuk anak-anak.

Baca Juga: Tangis Mahasiswi ALSU Pecah Saat Minta Maaf ke Ibu di Polrestabes Surabaya

Salah satu jemaah, Sefi, mengatakan dirinya ikut menyisihkan uang untuk tradisi tersebut. Ia berharap kegiatan itu terus dilestarikan dan membawa keberkahan.

Selain berbagi, Sefi memiliki hajat pribadi yang dipanjatkan dalam momentum tersebut. Ia berharap dapat memenuhi panggilan Allah SWT untuk beribadah ke Baitullah.

Penasihat Masjid Wakaf Jamsaren, H. Moh. Mahrus Mahali, mengatakan tradisi lempar uang telah dilakukan secara turun-temurun setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Dugaan Penyalahgunaan Dana PIP di Bangkalan, FPB Minta Polres Segera Beri Kepastian Hukum

Menurut Mahrus, tradisi tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kegiatan itu juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada Rasulullah sekaligus menjadi sarana syiar agama.

Rangkaian acara dimulai setelah salat Magrib dan berlanjut hingga salat Isya. Setelah itu, jemaah mengikuti selawat dan kegiatan peringatan Maulid Nabi.

Mahrus menilai kehadiran tradisi lempar uang juga dapat menarik perhatian anak-anak untuk datang ke masjid. Dengan demikian, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan keimanan, syariat, dan pembentukan akhlak.

Baca Juga: Parkir Berlangganan Bangkalan Dipertanyakan, Warga Masih Diminta Bayar Meski Punya Stiker Gratis

Tradisi tersebut akhirnya tidak hanya menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak yang mendapatkan uang, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersedekah, bersyukur, mempererat kebersamaan, serta memanjatkan doa dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.

Editor : Ubaidillah
maulid nabi 1448 h tradisi maulid masjid wakaf jamsaren maulid nabi kediri